Sunday, December 28, 2014

Melindungi Kulit Dari Udara Kering Dengan Skincare

Skincare bekal umroh
Sudah tanggal 28 Desember, sebentar lagi akan berganti ke 2015. Tiga setengah hari lagi batas kualifikasi untuk ikut di Director Seminar 2015 di Bandung. Hayo kurang berapa bp lagi?

Pas umroh 16 s/d 24 Desember lalu saya bawa bekal rangkaian skincare dari Oriflame. Milk & Honey Body cream untuk saya pakai di badan, tangan dan kaki. Optimals Even Out Day Cream untuk di wajah. Dan Tendercare untuk dioles di bibir.

Tapi dihari saat inti ibadah umroh saya tidak memakai rangkaian skincare tersebut karena sedang ihrom.

Dua hari saya kelupaan pakai setelah selesai ihrom. Yang ada kulit berasa kering. Kulit dibibir mengering dan terlihat sekali sampai akhirnye mengelupas. Langsung deh pakai lagi. Setiap habis wudlu saya oleskan tipis-tipis.

Hasilnya luar biasa! Tidak ada lagi bibir kering. Kulit terasa nyaman. Angin kering di Mekkah tidak membuat kulit tersiksa .

Sampai di Indonesia tidak ada masalah dengan kulit.

Untuk Oriflamers yang baru bergabung dan sedang bingung mau tupo apa, saya rekomendasikan rangkaian produk skincare ini. Kalau untuk sehari-hari saya lengkapi dengan night cream dan eye cream. Ya karena kulit saya bukan kulit abg, jadi perlu dirawat lebih extra . Night cream dipakai sehabis mandi sore. Eye cream dipakai dibawah mata yang agar tidak berkantong. Rutin pakai dan rasakan perubahan dikulit, apalagi buat teman-teman yang kerja setiap hari berjam-jam diruang berAC.



Oh iya, untuk pemakai berusia diatas 40 tahun, pakainya skincare seri Time Reversing. Seri ini ada Time Reversing Intense SkinGenist Day Cream SPF 15, Time Reversing Intense SkinGenist Night Cream dan Time Reversing Intense SkinGenist Eye Cream.

Happy tuponas!

www.yuliamaki.net

Umroh Dream Beyond Borders Dari Oriflame

Setelah berkunjung dan menunaikan sholat wajib maupun sunnah di Masjil Al Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah rasanya melihat tempat-tempat bersejarah di negara lain seperti biasa saja :D. Masjid Al Haram (saat ini sedang dalam renovasi/perluasan) dan Masjid Nabawi indahnya luar biasa, interior maupun exterior. Penuh dengan detil yang menarik di kubah, tiang dan lampu gantungnya. Berkunjung kesini dapat paket komplit, nilai ibadah dan historis. 



Flashback ke Februari 2014 lalu, ketika program ini diumumkan diacara Director Seminar. Kejutan yang luar biasa! Turkiii, yess! Salah satu negara yang ingin saya kunjungi, karena banyak bangunan bersejarah disini. Kalau baca novel Dan Brown yang terakhir, Inferno, ending dari novel ini di Turki. Novel ini setingnya di Florence dan Turki. Florence sudah saya kunjungi ketika Gold Conference di bulan September lalu, walau belum bisa napak tilas titik-titik yang disebut di novel tapi beberapa tempat bisa saya kunjungi. Napak tilas atau susur jejak novel seperti ini pertama kali saya lakukan ketika berkunjung ke Paris, setelah membaca Davinci Code. Saya kunjungi objek seni yang disebut di novel, yang tidak ketemu hanya lukisan Madona Of Rock. Senang juga bisa ke Roma pas Gold Cruise, karena Roma menjadi latar belakang novel Angel And Demon. 

Saya dan Maki deal, kami pilih Turki saat itu. Memang belum pasti berangkat tapi tujuan harus ditetapkan dulu :). Kalau berjalan tanpa tujuan nanti yang ada malah salah sasaran. Sampai pada suatu hari saya baca posting status Bob Sadino di fb beliau. 


"Deg", dalam hati. Langsung saya bilang ke Maki apa masih bisa mengubah tujuan destinasi dream beyond borders. Maki awalnya gak percaya saya ganti destinasi dari Turki ke Umroh. Bahkan ketika diumumkan bahwa kami lolos kualifikasi Maki masih bertanya apakah saya masih mau mengganti destinasinya :D. Baru sepulang umroh saya cerita ke Maki kenapa saya mengubah destinasi dari Turki ke Umroh. Hehehehe


Persiapan Umroh
Persiapan pertama untuk menyongsong umroh saya lakukan dengan berkunjung ke rumah sahabat yang sudah pernah menunaikan ibadah haji dan umroh. Saya dibekali tips praktis dan beberapa buku sejarah. Antara lain sejarah Kota Madinah, Kota Makkah dan Masjid Nabawi. Kenapa saya dibekali buku sejarah? Katanya biar setelah ibadah di masjid gak tawaf di mall tapi mengeksplorasi tempat-tempat menarik di sekitar masjid atau kalau bisa disekitar kota :D. 

Bekal buku untuk umroh

Dari pihak travel (Tibi Tour - Turisina Buana) ada sekali pertemuan pembekalan. Isinya manasik umroh, penjelasan lokasi hotel dari masjid serta hal2 penunjang kegiatan selama di Madinah dan Makkah. Kami dibekali buku panduan perjalanan dan buku doa.

Persiapan dokumen antara lain adalah paspor dan bukti vaksin miningitis. Januari lalu kami ke Afrika Selatan juga mensyaratkan vaksin, tapi vaksinya yellow fever. Paspor juga mensyaratkan memakai 3 suku kata nama. Karena nama saya masih dua suku kata jadi perlu penambahan satu suku kata lagi. Saya tambahkan nama bapak. Saya baru ingat nama ibu dan bapak saya masih satu suku kata. 


Imigrasi Jeddah
Saat yang ditunggu akhirnya tiba, tanggal 16 Desember kami berangkat menggunakan pesawat Garuda. Sebagian besar oriflamers menghadiahkan umroh ini untuk keluarga tercinta. Ayah, ibu, atau kakak. Siang jelang Dhuhur pesawat kami take off. Sampai di bandara King Abdul Aziz di kota Jeddah sekitar pukul 5 sore waktu Jeddah. Jelang magrib. 

Siap berangkat menuju Soeta
Bersama Pak Slamet, papinya Mbak Retno, yang merupakan downline kami.

Pada saat manasik umroh oleh travel kami sudah diberitahu bahwa imigrasi di Jeddah pelayanannya suka-sukanya dia. Kami semua diminta untuk sabar, ikuti saja dan tak usah ngerundel, karena disana kita berniat ibadah dan jangan sampai dikotori dengan emosi yang tak perlu. Hehehe, rupanya memang benar. Saya pas berada di antrian yang petugas imigrasinya seperti diceritakan saat manasik. Saya tengok keantrian disebelah rupanya ada juga teman seperjalanan yang mengalami hal serupa seperti saya :D. Lamaaa sekali antrian imigrasi. Ada yang ngomel-ngomel ada juga yang pasrah saja. Mau ngomel-ngomelpun juga tak bisa protes ke petugasnya, cuma jadi nyampah sendiri saja. Ada teman seperjalanan yang lewat imigrasi dengan cepat tanpa scan sidik jari, dan saya kebagian yang lama, scan sidik jari sampe diulang2 :D. Adzan magrib dan isya' sudah berkumandang, tapi saya belum keluar dari antrian imigrasi.

Jamaah umroh yang langsung menuju Mekkah dan mengambil miqot di Bandara King Abdul Aziz

Untungnya bagasi kami sudah diurus oleh petugas travel. Petugas travel sudah standby di lokasi pengambilan bagasi dan mengumpulkan koper kami semua. Gak terbayang jika saya berangkat sendiri. Karena saking lamanya antri di imigrasi pesawat yang mendarat sudah berganti-ganti. Ditempat pengambilan koper sudah tak tertera lagi nomor penerbangan pesawat yang saya naiki tadi. Alhasil saya orang terakhir yang naik bis disaat teman-teman serombongan sudah menunggu dan sedang makan malam :D. Kami melanjutkan perjalanan ke kota Madinah, waktu tempuh kurang lebih 5 jam, naik bis sejauh 450km.


Memasuki Kota Madinah
Menjelang batas Kota Madinah, kami dibangunkan oleh mutawif, diajak berdoa bersama. Kami bersiap memasuki salah satu tanah haram, kota suci Madinah. Sampai di hotel sekitar pukul 1.30 dini hari. Setelah mendapat kunci kami ke kamar masing-masing. Sekamar berdua. Saya sekamar dengan Pak Slamet, papinya Mbak Retno. Kalau lanjut tidur alamat bablas, bisa kelewat subuh di masjid. Daripada ngantuk kami ke masjid saja, sholat dan ngaji sampai jelang subuh. Setelah sholat subuh baru kembali ke hotel. Kami menginap di Hotel Eiman Taiba. 


Masjid Nabawi dan Al-Raudhah
Ketika pulang dari Masjid Nabawi kami mengambil jalan yang berbeda dengan ketika datang. Kami melewati Raudhah dan makam Nabi dulu. Saya ingin melihat tempat yang sangat spesial ini. Raudhah selepas subuh ramai sekali, sampai akhirnya ditutup oleh petugas karena tak lagi bisa menampung jamaah. Kami bersama banyak umat Islam dari penjuru dunia berjalan pelan sekali melintasi makan Nabi sambil berucap salam kepada beliau. Di makam yang dulunya kamar Aisyah terdapat 3 makam. Makam Nabi Muhammad, sahabat Abu Bakar dan Umar. Sampai luar masjid rupanya matahari sudah mulai terbit, warna langit sudah berubah kebiruan tidak lagi hitam legam. 

Perjalanan dari masjid ke hotel untuk pertama kali tidak mulus. Saya dan papi tersesat. Pertama salah gerbang keluar, berbeda dengan gerbang kami masuk. Karena kami pada saat tiba di hotel dan berangkat ke masjid tidak melakukan pengamatan apa yang ada disekitar kami jadi kami bingung sendiri. Juga pada saat kami berangkat suasana masih gelap. Kami berdiri disebuah bundaran yang berada ditengah jalan. Hotel kami sudah ada di samping bundaran tersebut, tapi kami malah mengambil arah jalan yang berbeda. Jadilah kami muter-muter. Akhirnya mencoba petunjuk dari google maps. Kami sempat ragu, karena google maps mengarahkan kami ke arah jalan raya besar, yang berlatar belakang bukit merah. Akhirnya kami ikuti saja, dan rupanya google maps yang benar :D. Dan kami tertawa bersama karena rupanya daritadi kami sudah dekat dengan hotel tapi karena tidak melakukan pengamatan ciri-ciri bangunan untuk jadi patokan jadinya kami muter-muter saja. Di Madinah antar lobi hotel dan bagian belakang hotel mirip-mirip karena gak ada halaman yang luas seperti layaknya lobi hotel di Indonesia. Hehehehe, olahraga pagi. Setelah sarapan saya lanjut tidur lagi. Jadwal dari pihak travel pagi ini akan mengunjungi Raudhah. Saya pilih tidur saja. Untuk jamaah perempuan jadwal masuk raudhah memang sangat terbatas, hanya pagi-pagi diwaktu dhuha sampai jelang dhuhur. Kalau jamaah laki-laki bisa setiap saat ke Raudhah, kecuali saat Raudhah dibuka khusus bagi jamaah perempuan :)

Yang dimaksud dengan Raudhah adalah ruang dimasjid Nabawi yang berada diantara mimbar dan kamar Rasulullah. Keutamaan tempat ini disebut dalam hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah :
"Diantara rumah dan mimbarku adalah taman-taman surga, dan mimbarku diatas telagaku"
Raudhah adalah tempat yang mustajab untuk berdoa. Di Raudhah ini juga terdapat mimbar yang digunakan Nabi ketika berkhutbah. Untuk masuk ke Raudhah perlu usaha ekstra karena berebut dengan jamaah lain. Berdesak-desakan untuk masuk. Kadang untuk sujud susah karena semua ingin masuk. Gak bisa sujud ya berdoa dengan berdiri. Kadang penjaganya meminta yang sudah lama berdiam di Raudhah untuk keluar, gantian dengan umat yang lain, apalagi yang terlihat hanya duduk-duduk merenung :D.

Mimbar tempat Nabi Muhammad khutbah.
Yang warna hijau dibelakang itu batas rumah Nabi.


Karpet Raudhah, warnanya hijau, berbeda dengan karpet masjid yang warnanya merah.

Masjid Nabawi adalah salah satu masjid yang sangat istimewah bagi umat Islam. Sholat di Masjid Nabawi seperti seribu kali sholat di masjid yang lain seperti hadist berikut:
"Sholat di masjidku ini lebih utama dari seribu kali sholat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram"
Istimewanya adalah dalam derajad pahala dan bukan berarti setelah sholat di Masjid Nabawi terus tidak mengejarkan sholat lagi sepulang dari umroh karena merasa sudah 1000x sholat, SALAH BESAR!

Di halaman Masjid Nabawi terdapat payung-payung besar yang menaungi jamaah dari teriknya matahari. Plus menambah indahnya masjid. Allahu akbar. Indah sekali karya seni Islam. Oh iya, di bulan Desember, Madinah hawanya sejuk disiang hari, tapi dingin di malam hari. Ketika sholat subuh saya harus mengenakan jaket dan kaos kaki supaya ibadah tidak terganggu hawa dingin.

Matahari terbit di Madinah
Payung di halaman masjid sedang terkembang
Payung menguncup kala matahari mulai terbenam dan mengembang lagi menjelang adzan subuh.
Selalu ada sudut yang indah di Masjid Nabawi
Setelah sholat subuh disuguhi pemandangan yang indah.

Interior Masjid Nabawi juga sangat indah. Terdapat perbedaan desain dibagian masjid yang lama dan bagian perluasan. Petugas kebersihan selalu standby di area masjid untuk selalu menjaga masid dalam keadaan bersih. Dan memang bersih sekali. Toilet dan tempat wudlu juga bersih. Sedih rasanya jika ditempat suci tapi toilet dan tempat wudlunya tidak bersih. Tentu sering kita menemui hal tersebut di tanah air. Tugas kita sebagai umat Islam untuk menginfaqkan sebagian rejeki kita untuk menjaga masjid agar selalu bersih.

Ornamen lukisan langit-langit yang indah
Bagian perluasan masjid




















Godaan Belanja
Diluar area Masjid Nabawi setiap selesai sholat selalu ramai pedagang menggelar dagangannya. Baju, gamis, pasmina, sajadah, tasbih, juga buah-buahan. Godaan buat jamaah yang baru pertama kali kesini, hehehehe. Pemandangan yang lumrah ditemui pulang sholat balik ke hotel sambil menenteng plastik belanjaan. Tawar menawar memakai bahasa Indonesia adalah hal wajar :D.

Pantang pulang bawa real.
Perempuan penjual kerudung
"Murah murah murah, 3 lima real"

City Tour Kota Madinah
Kami hanya 3 hari di Kota Madinah. Rasanya hari berjalan cepat. Belum puas menelusuri tempat-tempat bersejaarah. Kami sampai tanggal 17 Desember dini hari. Tanggal 18 dijadwalkan oleh travel untuk city tour. Sayangnya city tour juga tidak bisa full day, hanya sampai menjelang sholat dhuhur untuk mengejar sholat berjamaah di masjid. Semenarik-menariknya city tour, nilainya ibadahnya tetap tidak sebanding dengan sholat berjamaah di Masjid Nabawi. Bener banget sih. Tapi tetep saja dalam hati rasanya kurang puas, hehehe. Harus menginap di Madinah lebih lama lagi biar puas. Bisa berkunjung ke tempat-tempat bersejarah bagi peradaban Islam di masa Nabi Muhammad.

Yang pertama kami kunjungi adalah Masjid Quba'. Masjid Quba' adalah masjid yang pertama dibangun oleh Nabi Muhammad dan sahabat di wilayah Madinah. Dibangun saat perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Keutamaan Masjid Quba' diutarakan oleh Nabi Muhamamad sebagai berikut:
"Barang siapa telah bersuci (berwudlu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba' lalu sholat didalamnya dua rakaat, maka baginya sama dengan pahala umroh"
Masjid Quba dari luar.
Bagian dalam Masjid Quba

Masjid Quba' ini dekat dengan perkebunan kurma. Dan memang Madinah terkenal sebagai produsen kurma. Setelah menunaikan sholat sunnah di Masjid Quba', kami ke kebun kurma untuk belanja kurma. Kurma yang paling mahal adalah kurja ajwa, biasa disebut kurba nabi. Warnanya hitam. Satu kilo di kebun kurma harganya 80 real. Ada juga serbuk kurma yang konon katanya berkhasiat untuk kesuburan. Buat yang belum dikaruniai momongan, gak ada salahnya mencoba mengkonsumsi serbuk kurma ini :).

Dari kebun kurma rombongan bergerak ke Jabal Uhud, tempat perang uhud terjadi. Perang uhud ini diceritakan dengan bagus dan dramatis oleh Tasaro GK dalam novelnya Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan, sebuah novel biografi. Membaca adegan tersebut saya membayangkan bagaimana dasyatnya perang tersebut dan pengorbanan para sahabat melindungi Nabi yang terdesak. Di perang ini kaum muslimin kalah karena pasukan pemanah yang sudah diamanahi untuk tidak turun dari bukit apapun kondisi yang terjadi ternyata malah turun karena melihat tentara kafir kalah dan ingin ikut menikmati rampasan perang. Karena keterbatasan waktu kami hanya singgah sebentar tanpa bisa naik ke tempat peperangan terjadi.

Sebagian rombongan umroh Oriflamers berfoto bersama di sekitar Jabal Uhud

Dari Jabal Uhud kami ke Jabal Magnet. Tidak ada cerita sejarahnya disini, hanya berwisata melihat deretan pegunungan gersang yang indah di Madinah. Jalan yang kami lewati masih baru dan berakhir di sebuah pegunungan. Jalan buntu. Di deretan pegunungan ini warga Madinah kala bersantai kala weekend. Menikmati sunset sambil minum teh.







Indah kan deretan pegunungannya? Walau gersang. Enaknya berkunjung kesini kala musim dingin, karena anginnya sejuk. Penggemar treking atau trail running rasanya bisa juga menikmati olahraga disini.

Perjalanan kami lanjutkan menuju tengah kota, kembali ke hotel untuk bergegas sholat dhuhur. Kami melewati Masjid Qiblatain walau tidak berhenti. Melewati area perang Khandaq. Walau namanya perang tapi perang khandaq tidak seperti perang uhud yang saling adu fisik dan senjata. Allah memenangkan kaum muslim di perang khandaq dengan mengirim angin kencang yang memporakporandakan kemah, bahan makanan dan perapian kaum kafir Quraish yang mengepung tentara kaum muslim selama sebulan. Perang ini terjadi di musim dingin. Kami sampai di hotel ketika adzan dhuhur sudah lewat dan sholat sudah dimulai. Saya ambil wudhu, bergegas ke masjid. Sampai di masjid sholat dhuhur berjamaah sudah selesai :(.


Wakaf Al-Quran
Di Madinah terdapat percetakan Al-Quran. Hanya Al-Quran cetakan Madinah yang dipakai di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Di luar gerbang Masjid Nabawi ada penjual (kaki lima) Al-Quran yang bilang "wakaf wakaf wakaf". Maksudnya kita beli Al-Quran dan Al-Quran tersebut kita tinggal di masjid dengan harapan Al-Quran tersebut dibaca oleh jamaah dan kita mendapat pahala dari wakaf tersebut. Al-Quran yang dijual di kaki lima seharga 20 real (ukuran sedang). Sayangnya Al-Quran tersebut bukan cetakan Madinah. Jadi kalau kita taruh Al-Quran tersebut di masjid, oleh petugas masjid Al-Quran tersebut akan dikeluarkan. Entah dikemanakan. Pokoknya hanya Al-Quran cetakan Madinah yang diakui. Pemerintah Arab Saudi tentu sudah menganggarkan biaya untuk Al-Quran di masjid. Kalau berniat membeli Al-Quran cetakan Madinah bisa beli di toko buku atau di percetakan Al-Quran langsung. Harga di toko buku untuk ukuran sedang sekitar 40 real. Di percetakan tentu lebih murah.

Biar gak penasaran saya beli Al-Quran cetakan madinah dan non madinah. Sekilas sama. Digambar dibawah yang sebelah kiri adalah cetakan madinah dan yang sebelah kanan entah cetakan negara mana.

Al-Quran cetakan Madinah dan cetakan negara lain.

Pengamatan secara visual, Al-Quran cetakan Madinah pita penandanya warna kuning. Di kaki lima penjual Al-Quran tidak ada Al-Quran yang berpenanda pita kuning, walau sampulnya mirip warna hijau berornamen emas. Dibagian belakang Al-Quran cetakan Madinah terdapat halaman berisi sambutan dalam tulisan arab dan bagian akhirnya ada "al madiinah al munawwarah". Selain bersampul hijau, ada juga yang Al-Quran cetakan madinah yang bersampul biru. Penanda tetap memakai pita kuning. Ada tulisan "al madiinah al munawwarah". Tapi cetakan huruf arabnya masih lebih bagus yang bersampul hijau.

Bagaimana dengan isinya? Kalau hal ini bukan kapasitas saya menilai. Saya pakai ngaji dan mengamati surat-surat pendek di juz 30 sama kok. Hanya untuk kata yang menunjuk kepada Allah dicetak dengan warna merah.


Pembekalan Pra Umroh
Hari Jumat 19 Desember adalah hari terakhir di Madinah. Setelah sholat Jumat kami bersiap-siap menuju Mekkah. Di hotel kami bersiap dengan pakaian ihram. Ada catatan menarik dari pembekalan terakhir sehari sebelumnya oleh pembimbing kami, Ust Munir. Beliau adalah warga Indonesia, permanent residence di arab, kuliah di arab, dan sudah tinggal disana sejak tahun 1996. Di pembekalan singkat tersebut beliau menyinggung soal aurat wanita dan hal-hal kecil yang bisa menyebabkan kita membayar dam atau denda karena melanggar larangan ihram.

Menurut beliau yang bukan aurat wanita adalah wajah dan telapak tangan bagian depan serta belakang. Karena beliau lihat banyak jamaah perempuan yang beranggapan bahwa hanya telapak tangan bagian belakang/dalam yang bukan aurat sehinga baju ihromnya menjulur panjang sampai menutupi bagian telapak tangan bagian depan. Ketika saya makan di restoran berbarengan dengan rombongan yang akan umroh memang merepotkan sekali tambahan kain yang digunakan untuk menutupi tapak tangan bagian depan tersebut. Juga untuk menghindari terbukanya aurat saat memberi salam di rukun yamani dan hajar aswad disarankan jamaah perempuan memakai manset karena jamaah mengangkat tangan kanan sambil mengucap salam.

Hal-hal kecil yang sering lupa ketika sudah berihrom adalah memakai tisu basah dan cuci tangan pakai sabun. Hal tersebut harus dihindari dulu karena tisu basah dan sabun mengandung wewangian yang dilarang ketika sudah berihrom.

Saya bertanya kepada beliau soal kain berjahit. Sebelum berangkat saya membeli beberapa perlengkapan untuk umroh di toko penyedia perlengkapan umroh di Depok. Yang saya beli waktu itu sabuk, celana dalam dari kertas sekali pakai, kain yang digunting mirip celana dalam hanya tidak saja tidak dijahit. Saya bertanya apakah kain yang seperti itu boleh dipakai, toh kain tersebut tidak berjahit. Dijawab oleh beliau bahwa kain berjahit itu maksudnya kain yang dijahit membentuk bagian tubuh seperti celana, baju atau gamis. Kata kuncinya membentuk bagian tubuh. Nah kain yang saya beli tersebut dipotong sedemikian rupa membentuk pola dua segitiga. Untuk memakainya dengan cara diikat. Ya sudah akhirnya kain tersebut tidak jadi saya pakai daripada umroh saya yang tidak sah :).


Menuju Mekkah Untuk Umroh
Sekitar pukul 14.30 waktu Madinah kami berangkat menuju Mekkah. Kami singgah di miqot Masjid Bir Ali untuk menunaikan sholat sunnah ihram dan mengucap niat umroh. Dan sejak saat itu larangan-larangan saat berihram berlaku sampai nanti setelah tahallul.


Miqat di Masjid Bir Ali

Kami kembali naik bis, sekitar 5 jam perjalanan Madinah-Mekkah, menempuh 450km. Jalan yang mulus dan lebar serta tidak macet. Perjalanan yang ditempuh kira-kira setara dengan Depok - Semarang. Kami singgah di rest area untuk menunaikan sholat Magrib dan Isya serta buang muatan perut :D. Sampai di hotel tempat kami menginap di Mekkah sekitar pukul 21.30. Hotel tempat kami menginap namanya Hotel Elaf Mashaer. Alhamdulillah dekat dengan Masjidil Haram. Setelah makan malam kami bersiap-siap menuju Masjidil Haram untuk melakukan rangkaian ibadah umroh.

Rangkaian ibadah umroh antara lain: tawaf (mengelilingi kabah 7 putaran penuh), sa'i (berjalan dari bukit safa ke bukit marwah 3x pp + 1x safa-marwah) dan tahallul (memotong sebagian rambut). 

Air mata saya tak tertahankan ketika mulai masuk Masjidil Haram dan akhirnya melihat Kabah. Kemudian mendekat dan memutarinya. Rasa dalam hati tak terkatakan. Selesai 7 putaran dilanjutkan sholat sunnah tawaf dibelakang Maqom Ibrahim. Maqom Ibrahim merupakan pijakan Nabi Ibrahim ketika membangun Kabah. Tak kuasa menahan tangis kala berdoa memohon ampunan atas segala dosa selama ini. 

Tawaf

Selesai berdoa kami menuju lokasi sa'i. Di lokasi sa'i terdapat spot yang ditandai dengan lampu hijau. Disitu kita disunnahkan berlari kecil, atau berjalan lebih cepat. Sa'i dimulai dari Bukit Safa dan berakhir di Bukit Marwah. Saya membayangkan bagaimana dulu Siti Hajar berlari antara dua bukit tersebut untuk mencari air bagi Ismail. Arab isinya gunung batu yang tandus dan gersang. Selesai sa'i kami berdoa di Bukit Marwah dan tahallul. Selesai sudah ibadah umroh. Kembali ke hotel dan zzzzz.

Sai. Bukit Safa dan Marwa hanya ditunjukkan dengan jalan menanjak di setiap ujungnya. 
Selesai tahallul, selesai sudah ibadah umroh.


Masjidil Haram Dan Sekitarnya
Saat ini Masjidil Haram sedang dalam proyek perluasan. Proyek besar sekali. Crane-crane besar mengelilingi Kabah. Pekerjaan dilakukan 24 jam. Hanya berhenti saat sholat dan makan siang. Disekitar masjid juga banyak proyek. Bukit batu dan bangunan-bangunan lama diratakan. Sepertinya dijadikan hotel untuk menampung jamaah yang berkunjung ke Mekkah. Katanya pembangunan besar-besaran disekitar Masjidil Haram dan perluasan Masjidil Haram sendiri telah menggusur situs bersejarah. Googling sebentar, rupanya Clock Tower yang iconic didekat pintu masuk utama Masjidil Haram telah menggusur benteng Ajyad yang dibangun tahun 1781 oleh Kerajaan Turki Usmani. Goenawan Mohamad menulis catatannya berjudul Mekkah, mengkritisi penghancuran tempat bersejarah di sekitar Mekkah. Ada tulisan lain di situs indendent.co.uk dan theguardian.com. Sedih juga ya jika jejak sejarah Islam hilang berganti dengan bangunan mewah, hiks. Kekhawatiran ulama Arab Saudi bahwa tempat bersejarah tersebut dijadikan tempat suci untuk berdoa, musrik deh jadinya. Memperluas masjid, memperindah masjid, membangun fasilitas pendukung jamaah untuk nyaman beribadah saya setuju. Tapi menghancurkan situs bersejarah untuk dijadikan mall dan hotel sangat disayangkan.

Masjidil Haram dikelilingi crane
Kumpulan crane dilihat dari tempat tawaf
Pintu masuk masjid yang sangat indah.
Clock Tower dan menara masjid.


City Tour Kota Mekkah
Tanggal 21 Desember kami diajak berkeliling Kota Mekkah. Yang dikunjungi pertama adalah Jabal Tsur. Gunung yang puncaknya terdapat Gua Tsur, tempat Nabi dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum Quraish ketika hijrah ke Madinah.

Berlatarbelakang Jabal Tsur

Dari Jabal Tsur kami menuju Arafah. Tempat wukuf yang merupakan puncak ibadah haji. Tenda-tenda di Arafah sudah dibongkar, yang ada hanya toilet. Di Arafah terdapat bukit batu Jabal Rahmah. Jabal Rahmah diyakini sebagai tempat bertemunya Adam dan Hawa setelah diturunkan ke bumi dan berpisah. Dipuncak bukit ini banyak orang berdoa. Katanya berdoa seputar jodoh :). Banyak juga yang berlaku vandalisme dengan mencoreti tugu di puncak bukit. Makanya bagian bawah tugu dicat hitam supaya bersih. Eh masih dicoret-coret juga. Bahkan batu dibukit juga dicoret :(.


Di Jabal Rahmah

Dari Arafah kami ke Mina dan Muzdalifah. Di Mina masih berdiri tenda-tenda permanen yang tahan api. Bangunan tempat lempar jumroh berdiri dengan kokoh, dan sepi sekali. Kawasan Mina dan Muzdalifah hanya ramai ketika puncak ibadah haji. Diluar waktu itu tempat-tempat tersebut hanya berdiri tenda-tenda kosong. 

Kemudian kami menuju Masjid Ji'ronnah. Masjid ini merupakan salah satu miqot bagi warga Mekkah yang akan melaksanakan umroh. Rombongan yang akan melaksanakan umroh sunnah berganti kain ihrom, sholat sunnah ihrom dan berniat dari sini. 

Diperjalanan kembali ke Mekkah kami melewati Jabal Nur. Diatas Jabal Nur terdapat Gua Hira' yang merupakan tempat turunnya wahyu pertama sebagai penanda kerosulan Muhammad. Sayang kami hanya melintas. Ingin rasanya saya mendaki ke Jabal Tsur dan Jabal Nur, napak tilas jejak Nabi Muhammad. 


Tawaf Wada'
Setelah sholat subuh dihari terakhir kami di Mekkah kami berkumpul. Bersama-sama kami akan melakukan tawaf wada'. Tawaf wada' ini merupakan tawaf perpisahan. Berpamitan sambil berdoa agar kami bisa kembali lagi memenuhi undangan ke baitullah. Yang membedakan tawaf wada' dan tawaf sunnah adalah niatnya. Setelah tawaf dilanjutkan dengan sholat sunnah tawaf dibelakang Maqom Nabi Ibrahim. 


Selesai Tawaf Wada'

Disetiap kesempatan berdoa, salah satu doa yang saya panjatkan tatkala umroh kemaren adalah agar segenap teman-teman oriflamers khususnya di jaringan Yulia Riani & Andri Wibowo menjadi orang-orang yang banyak memberi manfaat, buat agama, sesama dan lingkungan. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat.

Membaca cerita sejarah Nabi, melihat kerasnya alam di Mekkah dan Madinah. Beribadah di masjid yang paling utama dan bersejarah memberi kesan yang dalam dihati. Teman-teman harus kesana dan merasakan sendiri. InsyaAllah kita akan refresh. Dan kembali ke tanah air sebagai pribadi yang lebih baik. 24 Desember pukul 09.30 wib kami mendarat di Soeta.

Terima kasih ya Allah, terima kasih Oriflame :).

Thursday, November 20, 2014

Selalu Waspada Dan Kritis Sebelum Menerima Ajakan Bisnis Atau Investasi

Orang tua saya dulu pernah tertipu oleh investasi bodong. Investasi di usaha produk makanan. Dibulan-bulan awal pengembalian modal lancar, tapi tiba-tiba ... plass, hilang tak ada kabar. Si penipu, yang notabene masih ada hubungan keluarga dan juga tetangga dekat langsung membawa kabur sekian ratus juga uang masyarakat. Yang tertipu bukan hanya ortu saya saja, tapi juga saudara-saudara yang lain.

Modusnya: si pelaku menawarkan peluang investasi dengan return bulanan sekian persen, biasanya lebih tinggi dari bunga bank. Karena tergiur keuntungan yang tinggi jadi ortu bersedia menanamkan uangnya disitu.

Bulan pertama pembayaran return atau bagi hasil lancar. Dikasih iming-iming lagi sama pelaku. Mau nambah modal gak, biar returnnya lebih nampol. Karena pengembalian awal lancar, ortu percaya saja. Dan bersedia menambah modal, bahkan merekomendasikan kepada saudara yang lain juga bahwa si pelaku ini bisnisnya terpercaya kok. Buktinya bagi hasilnya ditransfer langsung. Makin lama makin banyak yang setor modal dan pada satu titik si pelaku tidak bisa membayarkan bagi hasilnya karena ya memang usahanya fiktif. Hanya memain-mainkan uang. Uang setoran modal dari orang lain dipakai untuk membayar bagi hasil untuk ortu saya, begitu seterusnya.

Ketika si pelaku kabur, banyak warga stress. Uang tabungan raib. Yang tadinya mau dipake beli motor untuk modal usaha dia jadi hilang, dan mulai dari 0 nabung lagi. Bagi yang punya pekerjaan tetap spt karyawan atau pns masih ada gaji bulanan sebagai pelipur lara. Kejadian yang menimpa orang tua saya terjadi sekitar 2002 atau 2003 ya, ... pokoknya saya sudah kerja di Jakarta dan belum menikah :D.

Berhati-hatilah kepada penawaran investasi bodong alias money game yang saat ini bisa berkedok macam-macam. Bahkan memakai model bisnis MLM (network marketing) yang membuat banyak orang parno dengan MLM. MLM yang baik jadi rusak namanya oleh money game berkedok MLM.

Baru-baru ini OJK (Otoritas Jasa Keuangan) merilis daftar laporan perusahaan yang diduga investasi ilegal. Rilisnya bisa dilihat di http://sikapiuangmu.ojk.go.id/id/article/173/daftar-perusahaan-yang-tak-mendapatkan-izin-oleh-ojk dan daftar perusahannya bisa didownload di http://sikapiuangmu.ojk.go.id/public/content/files/Daftar%20Perusahaan%20Yang%20Tidak%20Mendapatkan%20Izin%20Oleh%20OJK.pdf

Tapi yang namanya niat udah gak benar, segala cara akan dilakukan oleh pelaku seperti berganti nama perusahaa  untuk kemudian memulai aksi ilegalnya lagi. Semuanya direset dari 0 lagi.

So, selalu waspada dan kritis dalam memilih bisnis atau investasi :)

Wednesday, November 19, 2014

Ini Cara Gue! Profesi Gue, Gue Banget!


Judulnya keren, penuh percaya diri, penuh keyakinan. Ini adalah judul bukunya Coach D, http://www.dedydahlan.com/, seorang passion coach yang sabtu lalu untuk kedua kalinya mengisi training di Jaringan Yuliamaki. Yang arrange ibu Sapphire Erinawati Aziza, yang kemampuan EO nya sudah tingkat dewa dahh, wkwkwkw, makasihhh ina sayaaangggg, udah nyiapin ini semuaaa, aku doakan Ina cepat melaju ke Diamond Director yaaa! :)


Slide pertama yang tampiil adalah gambar baju kemeja yang dibuka ala-ala Superman lagi mau berubah, kemeja dibuka paksa dan di dalamnya ada kaos tulisannya "GUE".
Nahhhh!
Seringnya kita ini gak mau menampilan diri kita. Susaaahhh benerrr buat bangga sama diri sendiri. Why?
Ini masalahnya, pikiran kita yang bilang
"Ntar dibilang sombong sama orang",
siapa yang bilang sombong?
"Ya adalah pasti pokoknya ntar",
Siapa?
"ya pokoknya ada!",
SIAPAAAAAA????
"ya pokoknya pasti adaaaaa, tapi GAK TAU siapa!",
hahahaha, nah begitulah yang terjadi di sebagian orang. Mereka pilih terkungkung perasaan takut-takut pada hal2 yang belum tentu ada.

Takutnyaa kalo nanti menunjukkan kelebihannya, dibilang sombong, dibilang lebay, dll. Padahal mah cuman dibilang yah, wkwkwkw, gak berkurang apa-apa kitanya. Itupun kalo ada yang bilang, paling seorang dua orang, yang belum tentu juga mereka punya prestasi dalam hal membantu orang lain, karna biasanya kalo orang yang udah punya peran banyak sama orang-orang di sekitarnya, mereka akan lebih peka, mereka akan sangat positif, dan kalopun mengingatkan mereka akan sangat santun dalam berbicara :)

Coach D cerita bahwa beliau berasal dari keluarga besar DOKTER. Keluarga beliau kebanyakan profesinya adalah dokter, dan lalu setelah nikah sama istrinya, keluarga besar istrinya juga sebagian besar juga dokter. Ayahnya katanya punya title yang banyak sampe berderet-deret, hehehe.
Nah badung ini si Coach, gak mau disekolahin ke Kedokteran, wkwkwkwk, pilih sekolah aja di jurusan desain. Segala iming-iming mulai mobil dll dari orangtua supaya berubah pikiran, hihiihhi, dilancarkan, tapi gak bergeming. Udah punya kerjaan seperti sekarang pun, punya usaha sendiri, jadi passion coach, tetep jugaa orangtua bilang "Bagus memang Ded, tapi alangkah bagusnya kalo dulu tetep milih jadi DOKTER..." doeeeeng, wkwkkww....

Kenapa bisa begitu? Karena bagi orangtuanya, profesi dokter adalah profesi yang akan menjamin kehidupan di masa depan.

Naaahhhh lalu Coach D cerita tentang profesi yang ada di tiap tingkatan generasi. Jaman nenek kita, jaman orang tua kita, jaman kita, dan nanti ada lagi jaman anak-anak kita.

Ini saya ngerasain bener2, jadi pas coach D cerita, saya sukses terpukauuuuuu sodara2 sambil ngangguk2. 

Kakek saya polisi. Bapak juga polisi. Ibu kerja sebagai bidan di puskesmas. Ibu mertua profesinya guru SD. Bapak mertua berwiraswasta. Jadi memang hal biasa di keluarga kami kalau seorang suami istri bekerja - istri juga bekerja.

Apa itu bekerja? Bekerja menurut definisi yang UMUM berlaku adalah pakai baju kerja, berangkat pagi dan pulang sore (atau malam), menuju suatu kantor yang ketika disebut namanya orang sudah tau kantor apa itu. Semakin terkenal kantornya, semakin bergengsilah kita yang bekerja disana. Jadi kalau orang nanya "kerja dimana?" dan kita jawab itu pertanyaan, yang denger akan semacam bergetar gitu, hehehe.

Gak usah liat sebagai apanya disana, pokoknya kalo kerja di kantor yang udah MAPAN, punya nama besar, bakalan diartikan kita PASTI AKAN MAPAN juga. Ini umum terjadi apalagi kalo kita asalnya dari daerah (kayak saya dan suami), lalu merantau, bisa kerja di perusahaan bagus, heits banget deh pertanyaan gini2 kalo kita lagi mudik, kalo lagi lebaran, pertanyaan "Kerja dimana?" adalah kalimat pembuka ketika ketemu sama siaaaaaapaaaaa aja!

Jadi, dulu saya dan suami juga kerja di sebuah kantor besar yang sangat terkenal. Memenuhi itu semua kriteteria pekerjaan idaman, yaitu berangkat pagi pulang sore, pakai baju kerja, masuk ke gedung perkantoran bertingkat tinggi, AC nya adem lantainya marmer, ada liftnya. Ketika ditanya kerja dimana, gimana? Wah bergetar bener, kerja di PT X, siapa sih yang ga tau.
Kerja di bagian apa? Nama bagiannya bergengsi pula. Mantapp... :)

Yang gak pernah ditanya orang adalah saya kerja sebagai apa, yang kalau dijawab, ya saya karyawan outsource yang nunggu kapan ada pengangkatan karyawan tetap, yang gak tau kapan itu akan ada, dan kalopun ada saingannya banyak, belum tentu diterima. Gak ada salahnya jadi karyawan outsource kok, ya memang, kan ini cerita tentang diri saya sendiri, hehehehe...
Yaaang kemudian mikir (boleh dong yaa saya mikir buat hidup sendiri), saya mau seperti ini sampai KAPAN. Perusahaannya sih pasti mapan, pasti kokoh, pasti gak akan kenapa-kenapa, tapi sayanya, apakah otomatis mapan juga? hehehe... Liat dulu...

Semua beres kan keliatannya, citra karyawan kantoran sukses ada di saya, ASAAAL yang nanya gak nanya detail, dan asaaaaal saya terus mau berpura-pura saya sudah MAPAN. Kan mapan gak hanya diliat dari gaji dan tunjangan? mapan itu kan dari hati? Ya terserahlah yang mikir seperti ini, hehehe, selama bayar uang sekolah anak pake uang beneran gak pake hati ya kudu buka mata lebar-lebar, mana ilusi mana realita. Nah karna saya gak bisa lari dari kenyataan, hehehe, ya saya cari jalan, gimana saya bisa MAPAN, kali ini mapan yang beneran, yang bisa saya rasakan sendiri, bukan mapan menurut "pandangan orang".

Waktu saya pilih resign dan jualan kue, pertanyaan pertama datang dari orangtua, kekhawatiran pertama datang dari orangtua. Ini masuk banget sama teorinya Coach D. Beda generasi, akan muncul profesi-profesi baru yang mungkin dirasa "tidak masuk akal" oleh generasi sebelumnya.

Waktu saya jualan kue online, yang paling khawatir adalah bapak, karena pendapatannya bakalan nggak tetap, belum tentu, dll. Trus, mana tokonya, kok nggak ada tokonya, nanti gimana, nitip-nitip di warung gitu apa gimana? Hehehe...
Barulah ketika masuk TV, bapak liat di kantornya waktu itu (bapak saya kantornya di kantor polisi wkwkkw), baru ngerti "oohhhhh kayak gitu to, jualan kuenya pake komputer" hehehhee.... Kuenya dibikin lalu difoto lalu dimasukin ke internet, orang yang buka internet bisa liat dan bisa pesen. Bapak baru paham.

Waktu kemudian suami memutuskan ngerjain bisnis Oriflame ini bareng-bareng, meninggalkan karir sebelumnya di perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, beberapa bulan waktu dipakai untuk meyakinkan orangtua. Kenapa? Karena ini "profesi baru" yang belum banyak contohnya bahwa ini bisa dikerjain dan bisa jadi penghasilan utama. Gak ada seorangpun dari keluarga suami yang sudah sukses berbisnis MLM. Apa itu Oriflame? Nggak ada yang tau :)

Nggak masuk akal untuk orangtua dan saudara-saudara, tapi tiap bulan punya penghasilan puluh-puluh juta begini, punya mobil mewah sampai 2, tapi nggak ada kantornya... :D kantornya ini, komputer ada kucingnya, wkwkwkw...

kerja ditemani kucing lucu

Ada sih kantornya, kalo dianggap berkantor itu harus di luar rumah, Oriflame Sudirman yang biasanya dianggap kantor, hehehe. Tapi kesananya suka2 aja gitu, kapan mo pergi, kapan gak mau pergi, bajunya juga kadang bagus kadang kaos, nah beneran gak ini? :))

Pagi nganterin anak sekolah, siang ada di mall, dll, tapi jalan-jalan keluar negeri tiap tahun.
Baju seragamnya mana?
Name tagnya mana?
Atasannya siapa?
Berangkat sama pulangnya jam berapa?
Gak ada yang gini-gini... :)
Belum masuk akal untuk beliau untuk disebut sebagai "pekerjaan". Akhirnya kami bisa meyakinkan orangtua bahwa ini adalah pekerjaan juga, pekerjaan yang ya memang ada yang seperti ini.

Kemaren coach D cerita tentang pekerjaan yang hanya ada di era sekarang, gak ada di era sebelumnya jadi akan sulit dipahami oleh generasi sebelumnya. Apa saja misalnya? Ini beberapa contohnya:

BUZZER, apa pekerjaannya? Kerjaannya jadi admin merangkap asisten pribadi, yang mengurusi account2 onlinenya orang-orang atau institusi yang menyewa jasa mereka. Kerjanya cuma ketik2 aja pake gadgetnya. Sampe bisa punya beberapa gadget. Dapet duit? Ya dapet lah, banyak! :)).

Masih ingat masa kampanye presiden lalu? Yang hebohnya masih tersisa sampai hari ini. Disitu banyak sekali buzzer yang share kelebihan calon andalannya dan share keburukan musuhnya. Orang melihatnya kok fanatik bgt sih, tapi ya itulah buzzer, bisa jadi profesi yang menghasilkan uang yang banyak di era sosial media saat ini :). Membuat review cafe, produk kuliner atau produk fashion di blog juga salah satu contoh buzzer.

Apalagi misalnya?

Nah yang ini saya suka beli bukunya, yaitu PERSONAL SHOPPER! hahahaa, demen banget bacanya, wkwkwkw. Baru kemaren beli bukunya "Miss Jinjing edisi Bangkok", buat persiapan Executive Conference :). Kerjaannya apa kalo personal shopper? Dulu ketika merk-merk elit fashion belum buka outlet di Jakarta, profresional shopper dibayar untuk membelikan tas-tas keren tersebut buat klien, diongkosi keluar negeri dan mendapat fee. See? Jalan-jalan gratis, ... dibayar pula! Kenapa kliennya gak  keluar negeri sendiri? Kliennya sangat sibuk sehingga untuk liburan belanja sudah tidak sempat. Selain klien yang sifatnya personal dan menuntut barang yang ori ada juga yang sifatnya untuk bisnis. Belanja grosiran :D. Sering melihat tas kw di pertokoan ITC Mangga Dua? Nah si professional shopper ini sangat tahu dimana kulakan tas kw yang kualitasnya bagus sampai mata orang awam tidak akan bisa membedakan dengan yang orisinil. Dan tempat belinya sangat rahasia karena si produsen sangat berhati-hati dalam memilih pembeli, tidak diobral seperti barang palsu yang kualitas rendah.

Ada lagi? Food Stylist! Sekali datang mereka dibayar 4-10 juta, hanya untuk mendandani makanan untuk keperluan penyajian, untuk keperluan foto misalnya. Makanan didandanin? Kalo suka nonton Masterchef, atau Top Cities Top Tables, makan bisa penyajiannya kayak lukisan. Makanan ini juga mesti punya seni tinggi untuk dilihat sebelum dimakan.

Luar biasa yaaa...

Banyak banget kerjaan-kerjaan lain yang mungkin kita nggak tau. Ada professional gamer, dll.
Itu ada, dan semua pekerjaan profesional yang muncul di era sekarang, yang dulunya nggak ada.
Nanti di jaman anak-anak kita, mungkin yang namanya pekerjaan bergengsi udah bergeser standarnya. Semakin kesini, pekerjaan semakin macam-macam, HOBI PUN BISA JADI PEKERJAAN!

Hobi yang bisa dianggap karir itu kayak apa?

Coach kasih gambar ini.

P.I.PO
Penjelasan gambar ini gimana?

Karier yang ideal adalah yang kita punya PASSION atas hal itu. Passion itu apa? Passion itu ya sesuatu yang kita kerjain karena kita CINTA, jadi ngerjain berulang dan terus menerus pun kita malah makin seneng! Anda tau? Orang-orang yang bekerja dengan passion, mereka tidak perlu dimotivasi! Mareka bisa terus menerus memotivasi dirinya sendiri dan dengan mudah akan MENCARI motivasi tanpa harus menunggu siapapun.

Kriteria berikutnya adalah, IDENTITY, yang kita BAGUS dalam hal itu. Bagus maksudnya punya kelebihan disitu. Ya semua orang tau bagus bukan karena kita punya bakat yang turun dari langit, bagus ini bisa diLATIH. Kalau kita punya passion di satu hal, tapi kita belum terlalu bagus di hal itu, apa yang harus kita lakukan? ya LATIHAN, ikutan training, les, apa aja, cari ilmunya, asah teruss, sampai kita bagus di hal itu. Penyanyi misalnya, mungkin punya bakat suara bagus, tapi tetep dia harus latihan sampai suaranya bisa diasah jadi lebihhh baguss lagi!

Yang terakhir adalah PAY OUT, alias, dari hobi tersebut, kita dibayar. Kalo belum dibayar? Ya namanya hobi aja, hobinya belum jadi karir, hobinya masih membutuhkan biaya, nggak bisa memberikan pemasukan. Iya memang hobi itu hiburan, tapi alangkah bagus kalau udah menghibur kita, ngasih duit pula, efektif dan efisien!

Bayangkan yaa, kita seneng sama yang kita lakukan, kita baguss dalam hal itu (kalo belum bagus kita semangat melatih diri sampai kita bagus di hal itu!), lalu kita dibayar dengan sepadan karena ngerjain hal yang kita suka itu. Tambahan satu lagi sih kalo kata saya ya coach, dari teori PIPO itu, kita tetep yang mengendalikan bisnis yang berjalan, bukan bisnis yang jadi mengendalikan kita dengan dalih "hobi" jadi tetep bisa punya waktu buat diri sendiri juga walopun kerjaanya sudah sangat menyenangkan! :)

Teruusss lanjut...

Entrepreneurship berkembang pesat beberapa tahun belakangan ini sebagai jenis profesi baru. Sebenernya bukan entrepreneurshipnya tujuannya, ini cuma jalannya aja. Apa sebenernya tujuannya?

Gak lain adalah FREEDOM.
Work WHEREVER. Bisa bekerja dari mana saja. Gak harus ke kantor.
Work WHENEVER. Kerja kapan saja, sesuka kita. Gak takut telat terus gaji dipotong.
Work ON INTEREST. Kerja di bidang dan pekerjaan yang paling kita sukai.

Kalau pekerjaan yang diimpikan orangtua saya buat saya dulu adalah pekerjaan yang 8 to 5 berkantor di tempat tertentu, sekarang trend bergeser, pekerjaan yang diimpikan hampir setiap orang adalah bekerja dari mana saja, kapan saja, dan bekerja menggeluti sesuatu yang disenangi! Ini ada surveynya...
Beneran pekerjaan impian banget!
Adakah pekerjaan kayak gitu? Wah banyak...
Adalah kesempatan kayak gitu? Dimana-mana ada...
Kalau belum nemu, mungkin kitanya aja yang masih pakai pola pikir jaman dulu, jaman generasi sebelumnya, bahwa yang namanya kerja yang menghasilkan pemasukan yang terjamin itu yang begini2, padahal di jaman sekarang pastinya udah lain... 

Di salah satu slide, coach D kasih grafik umum perbandingan penghasilan antara 3 klasifikasi profesi.

AKADEMIS - PROFESIONAL - BISNIS

Pertama, profesi kalangan AKADEMIS. Yaitu mereka kerjanya berdasarkan jenjang pendidikan, yang punya pemasukan bagus, tetap, tapi akan turun drastis di masa pensiun. Mereka ini biasanya kalangan karyawan/pegawai perusahaan.

Kedua, kalangan PROFESIONAL.
Resikonya kecil, pendapatannya bisa naik dan turun tergantung giat tidaknya kerja. Trend pendapatannya naik.  Ini biasanya para freelancer, orang2 dengan keahlian khusus yang bekerja independen, termasuk juga konsultan Oriflame spt kita. Dengan keahliannya, di masa pensiun pun mereka masih punya keahlian (apalagi kalo Oriflame-an, gak tunggu tua untuk bisa hidup ala-ala menikmati masa pensiun, tapi incomenya tetep ngalir deras).

Ketiga, kalangan BISNIS.
Mereka adalah orang2 yang berani mengambil resiko besar, pendapatannya juga besar. Biasanya kalau ketemuan sesama kalangan bisnis ini, gede2an utang yang mereka ambil di bank, kata coach D :))) Mereka adalah pengusaha-pengusaha besar.

Banyak sekali profesi di dunia ini. Banyak profesi-profesi baru yang dulunya tidak ada kemudian jadi ada. Kalau dulu bekerja definisinya adalah berkantor, sekarang bekerja tidak harus berkantor.  Mungkin dulu nggak kebayang bagi orangtua kita, bahwa dengan dari rumah saja penghasilan bisa setara eksekutif di gedung-gedung tinggi perkantoran, tanpa ikatan jam kerja, tanpa punya atasan.
Jaman dulu  bekerja dengan independen tidak sesemarak seperti sekarang.

Bekerja tanpa batas salah satunya di Oriflame via d'BCN. Pagi nganter anak sekolah, siang ketemuan sambil makan siang bareng temen-temen, 6 bulan sekali terbang keluar negeri untuk liburan, mobil terparkir di garasi tinggal pilih pakai yang mana. Untuk sebagian orang hal itu MUSTAHIL.
Tapi apalah artinya kata orang...
Semua orang punya jalan yang dipilih masing-masing.
Semua orang berhak untuk berhasil, dengan caranya masing-masing.
Hasilnya bisa dipake bayar KPR? bisa. Bisa dipake buat belanja? bisa.
Tidak perlu persetujuan dari orang lain untuk menentukan kita mau bekerja apa, kita mau menyukai bidang apa. 
Perlu nggak? Sekali lagi tidak.. :)

Kalaupun kita berbeda, itu bukan soal sama sekali. Ini hidup kita, kita yang ambil keputusan. Hidup cuma sekali. Habiskan sebagian besar waktu yang kita punya dengan hal yang "GUE BANGET!"... :). Cintai yang kita kerjakan, ahli lah dalam hal itu, dan pastikan dengan menekuni hal itu, kita akan dibayar mahal! :)

Berkarir di Oriflame yang adalah MLM? Ya ini CARA GUE! :) 


Yulia Riani & Andri Wibowo
www.yuliamaki.net
bit.ly/yuliamaki

A Lifetime Business

Setelah belasan tahun pernah ngalamin kerja dan berbisnis, mulai dari kerja kantor, bisnis konvensional (Makicakes), dan sekarang bisnis Oriflame -bisnis Makicakes dan Oriflame punya bisnis model yang berbeda- ... ternyata yang dicari adalah: 
pengen punya pekerjaan yang makin lama makin kokoh, makin lama makin bisa kasih waktu lebih banyak, penghasilannya makin meningkat dan langgeng sampe jangka panjang... gak hanya buat kebutuhan sesaat aja, tapi bisa bertahan sampe nanti buat anak-anak, bisa diterusin anak2.
Di Oriflame itu KERJA. 3 tahun ini, saya kerja lho, kerja memenuhi target tupo pribadi, mengajak orang bergabung supaya punya penghasilan juga, dan melatih mereka. Cari deh dimana aja, semua bisnis, termasuk bisnis MLM (yang murni atau bener bukan abal2) mewajibkan kita kerja keras di awal-awal merintis.

MLM murni, bonusnya dibayar berdasarkan omset penjualan. BUKAN pendaftaran!

Kenapa mesti training, etraining, webinar, dan seabrek2 pelatihan yang lain? Buat mentransfer ilmu, biar yang sukses gak hanya yang duluan gabung aja, biar semua orang kapanpun dia gabung, dia bisa berkembang karena menduplikasi apa yang dikerjain sama seniornya.

Jadi kalau ada yang nawarin "gabung bisnisku aja, tanpa tupo, tanpa membina, tanpa training, cuma beli sekali dan dapet bonus seumur hidup", saya gak pernah tertarik...


"Segera bergabung, amankan posisi anda!" Posisi apa tuh sampe perlu pengamanan segala? hehehehe....


Saya bergabung di bisnis Oriflame ketika Oriflame udah 25 tahun ada dan aktif di Indonesia, gak ada tuh posisi menentukan prestasi. Fastest Growing Leaders, 4 Titles in 2013/2014, Top 15 Asia, semua gak ditentukan kapan gabungnya. Semua dikasih jalur dan kesempatan yang sama untuk mencapai level apapun disini, gak perlu diaman2in segala itu posisi.


Kalau bisa punya 6 kaki Director ya kitanya jadi Diamond.
Kalau bisa punya 12 kaki Director ya kitanya jadi Executive.
Berlaku buat semua orang, kapanpun bergabungnya.

Ga mau yaaaa, udah capek-capek merintis bisnis, tau-tau perusahaanya tutup, tau-tau manajemennya ngilang entah kemana, t
au-tau perusahaannya ganti nama. Kenapa coba sampai harus ganti nama?


Banyak yang kayak gitu beberapa tahun belakangan ini, booming 1-2 tahun abis itu hilang ditelan bumi, sibuk ganti nama, lalu akan muncul lagi dengan nama lain, dan siklus akan berulang, booming lagi, hilang lagi, ganti nama lagi. Kasian orang-orang yang nggak tau, pengen punya uang cepet, tapi nggak memperhatikan gimana sistem bisnisnya, sudah berapa lama perusahaannya ada, bonafid atau enggak, mereka yang akhirnya dirugikan.

Bangga punya karir di Oriflame ini. Support systemnya keren, online banget sekarang. Punya temen-temen yang keren yang berkembang kepribadiannya.


Berbisnisnya pakai kode etik, pakai sopan santun, karena tanpa dibagus-bagusin juga perusahaannya udah bagus dan besar, gak pake menjelek-jelekkan yang lain, ah ngga banget, saya ngga mau kalo mesti begitu, hiiiii, cukup fokus dan kenal baik sama perusahaan sendiri.

Mesti tupo, ya iya dong, cek di UU Perdagangan, apa kriteria MLM yang diakui sistem bisnisnya sama pemerintah? Nah ini juga harus tau lho. Baca disini tentang legalitas bisnis penjualan langsung (MLM). Mesti membina, ya iya dong, mesti bantu orang lain di jaringan kita supaya bisa berhasil kayak kita, kan? Sukses dengan memberi coaching kepada jaringan supaya bisa sesukses bahkan lebih sukses dari kita.

Banyak yang harus ditelaah, gak hanya besaran bonusnya aja yang dilihat. Bisnisku lebih capek dan gak instan, ada kerjanya, ada keringetannya. InsyaAllah buat anak-anak nanti, mama papanya merintis dari sekarang, dan mereka tinggal ngelanjutin aja di level yang sudah sangat mapan.


Kami orangtuanya pengennya pensiun muda dan menikmati jalan-jalan keluar negeri aja tiap tahun, hehehe. Untuk itu, berkarirnya harus di perusahaan yang bonafid yang sudah bertahan puluhan tahun dan makin berkembang.

Hati-hati memilih bisnis dan mencurahkan waktu, tenaga dan modal kita, pastikan kita udah ada di tempat yang tepat yaaa. Untuk bergabung dan sukses bersama kami daftarnya di bit.ly/yuliamaki.


Selamat pagiiii!

Yulia Riani & Andri Wibowo
www.yuliamaki.net
yuliamaki.blogspot.com




Monday, November 17, 2014

Ingin Pensiun Seperti Apa?

Kemaren disesi training "Ini Cara Gue" by Coach Dedy Dahlan digambarkan grafik seperti gambar dibawah ini. Gambar ini bercerita tentang grafik umum penghasilan dari profesi yang "akademis", "profesional", dan "bisnis". Garis merah merupakan saat pensiun. Pensiun karena usia atau memutuskan untuk "pensiun dini".


Apa itu profesi yang akademis? Sesuai namanya, profesi ini profesi yang klasifikasinya mengikuti jenjang pendidikan yang kita punyai. Contoh: pns, dokter, pegawai bank, karyawan kontrak, buruh pabrik, dsb. Ketika membaca informasi lowongan pekerjaan disitu disertakan jenjang pendidikan minimal. Kalau anda lulusan SMA  lowongan apa yang biasanya ada?

Grafik penghasilan di profesi akademis ini lempeng naiknya. Gaji sudah terjamin, gaji tetap,  ada bonus dan tambahan tunjangan-tunjangan lain. Naiknya pelan seiring waktu dan pengalaman kerja. Saya dulu bekerja di perusahaan telekomunikasi, selama 13 tahun. Betah ya? Hehehe, gajinya bikin betah euy :D. Tapi bagaimana nanti ketika pensiun? Masihkah mendapat uang pensiun bulanan sebesar gaji ketika masih aktif bekerja? Digambarkan dalam grafik, ketika pensiun penghasilan akan turun, turunnya lebih cepat daripada naiknya, hehehe. Gak percaya? Coba tanya para pensiunan karyawan atau pns.

Bagaimana dengan  profesional? Profesi profesional bahasa kerennya self employee. Yang termasuk disini seperti dokter/bidan yang buka praktek sendiri, freelancer, motivator spt Pak Mario Teguh atau Coach Dedy Dahlan, artis dan sutradara film, dan profesi dibidang lainnya. Grafik penghasilan mereka naik cepat, tapi tidak tetap. Kadang turun jika pas sepi order atau emang sedang ingin males-malesan terima job. Ketika diusia pensiun mereka-mereka diprofesi ini masih bisa perpenghasilan karena mereka dibayar sebagai konsultan. Banyak pekerja dari profesi akademis yang ketika pensiun beralih ke profesional sebagai konsultan, dan mereka bisa mempertahankan penghasilan tidak sampai jatuh.

Bisnis udah jelas lha ya. Udah banyak contohnya pengusaha-pengusaha besar. Itulah mereka yang bergelut dengan peluang dan resiko setiap harinya. Makin besar peluang, makin besar pula resikonya. Penghasilan dari bisnis juga tak menentu, kalau sedang rugi ya bisa sampai jatuh kedasar. Tapi begitu melesat ya naiknya tak terkira. Kalau profesi akademis gemar menabung profesi bisnis gemar berhutang. Makin besar hutan berarti aset mereka makin besar :D.

Pelaku bisnis Oriflame ada dimana?

Memulai bisnis Oriflame ibaratnya memulai profesi sebagai seorang profesional, sebagai konsultan  produk kecantikan dan perawatan diri. Mulai ikut training-training pengembangan diri dan belajar membuat sistem yang mudah diduplikasi untuk mengembangkan jaringan. Jaringan berkembang, bisnis berkembang, penghasilan pun naik. Pelaku bisnis Oriflame bisa masuk ke ranah profesional atau bisnis. Masuk ke ranah bisnis ketika kita bisa membuat sistem yang mudah diduplikasi jaringan kita.

Kenapa harus mudah diduplikasi?

Saya kasih contoh bisnis makicakes. Saya membuat sistem kerja mulai dari cara order online, saya ajari asisten untuk membuat pernik-pernik dekorasi. Tapi yang mendesain, finishing cake tetap saya sendiri. Ini bukan sistem yang bagus karena begitu saya sakit atau berhalangan bisnis terhenti. Asisten saya tidak bisa menduplikasi keahlian dekor kue saya. Iya dia bisa mencatat order, menimbang bahan, memanggang kue, tapi ketika desain dia tidak bisa. Tantangan tersendiri untuk membentuk team dekor kue yang bisa seperti saya. Apalagi ketika sudah diajari, sudah mulai ahli, asisten memutuskan untuk resign. Mulai dari 0 lagi :D

Di bisnis Oriflame saya juga membuat sistem. Ada tools untuk rekrut, materi training selain yang sudah disediakan oleh Oriflame. Downline saya ajari pemakaian tools tersebut dan saya ajari untuk mengembangkan tools sendiri yang lebih cocok dengan kondisi jaringan dia. Dengan seperti itu downline akan mandiri. Alur kerja yang sistematis seperti ini ketika sudah dan mudah terduplikasi akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan bisnis Oriflame. Jaringan bisnis bisa tumbuh mandiri, dan disini yang namanya kebebasan waktu mulai tampak jalannya. Ketika saya tidak hadir tapi bisnis tetap berjalan. Ketika saya memutuskan untuk "pensiun" sistem yang saya buat harus sudah berjalan baik dan terus terduplikasi sehingga downline di jaringan saya semakin banyak dan mandiri. Kalau dulu bekerja keras membentuk sistem, sekarang giliran sistem yang berkerja buat saya.

Pertanyaan berikutnya, "kapan mau pensiun?"Rasa-rasanya kalau kita sudah menemukan profesi yang "gue banget" tidak akan ada namanya masa pensiun :)

---

Mari bergabung di Jaringan Yulia Riani/Andri Wibowo, ... kami akan bantu untuk mendapatkan penghasilan di bisnis Oriflame. Klik di bit.ly/yuliamaki ya :)