Wednesday, September 4, 2013

Memantaskan Diri, Tulisan 18 Januari 2012....

March 28, 2013 at 10:32pm

Selingan tupo yaaa, apabila ada yang belum yakin apakah bisa, belum yakn dengan diri sendiri dan IMPIANnya... 1 tahun 2 bulan yang lalu, saya menulis untuk jaringan.... Masih inget nggak temen-temen? :)
------------


Pagi ini, baca email, ada posting di milis Leader d'BCN:

"Alhamdulillah

Januari Pembuka Rejeki buat jaringanku ,
Dengan bangga memperkenalkan Diamond ke 7 nya d'BCN
Doris Nasution.

Selamat yah mbak Doris selamat menikmati Diamond Heaven nya
selamat menikmati CRV + Cash Award 42 jutanya
Plus jalan-jalan ke Stockholm 2012 dan India 2013

Untuk yang mau selametin linknya ada disini yah :
"

Alhamdulilllah, merindiiiiiingggg!!!! another Diamond Director dari d'BCN. Yang ke 7. Mbak Astri insyaAllah akan jadi yang ke 14 ya mbak... (selalu berdoa dan menduplikasi pantang menyerahmu).

Diamond Director itu dikenal sebagai PAKET SUPER LENGKAPnya Oriflame, dengan fasilitas antara lain:
- Bonus per bulan +- 30juta
- Cash Award 1x 42.000.000
- Mobil Honda All New CRV Gratis
- Jalan-jalan ke luar negri gratis 6 bulan sekali dengan 2 jatah tiket.

Enak yaaaa... :D

Gimana syaratnya bisa jadi diamond? Kemaren sudah kita bahas tentang level-level di Oriflame yaa... Diamond Director adalah ketika kita punya 6 kaki split out di bawah kita (dari 6 kaki/6 jaringan yang berbeda). Gampang? Gampang insyaAllah, asalkan:

BERANI BERMIMPI KITA JUGA BISA MENJADI DIAMOND

Mimpi kali yeee....

Mmmm... udah baca bukunya Bob Sadino yang judulnya "MEREKA BILANG SAYA GILA?", atau bukunya Rangga Umara "THE DREAM BOOK", atau e-booknya Merry Riana "DARE TO DREAM BIG". Kalo orang lain mengasumsikan mimpi kita sebagai mimpinya orang gila, YAH GAK PA PA, tuh liat orang-orang sukses aja hidupnya juga gak jauh-jauh dari mimpi dan gila kok, tapi sekarang mereka sukses beneran, Bob Sadino bisnisnya menggurita, Rangga Umara omzetnya sudah milyaran dengan Pecel Lele Lela, Merry Riana sejak umum 26 tahun sudah berpenghasilan 1 juta dollar, nah mereka adalah orang-orang GILA yang punya MIMPI dan BERANI bekerja membuat mimpinya menjadi nyata.

"Gak yakin aaah, ngerekrut aja susah.... Kan levelku baru apa sih nih, baru dikit banget! "

Nah biasanya kalo ngerekrut trus prospek nanya, "kamu udah level berapa emang kok berapi-api gitu? udah dapet apa?"

Jawab versi1 : aku sih belom level berapa-berapa, baru 3%, abisnya juga susah nyari, makanya kamu gabung aku dong.
Kira2, kalo jawab kayak gitu, udah prospeknya gak yakin, kita tambahin gak yakin, plus kita tularin keputus-asaaan kita dikit :D

Nih kira-kira ya jawaban saya pas dulu masih level 3-6%an...
"*gak usah sebut level berapa* Saya lagi ngejar ke level Manager 12% mbak (bener kan? emang ga mau jaid menejer? :D), optimis lah pokoknya, downline-downlineku juga pada semangat ini (walopun punya donlen baru 1 tapi disebutnya tetep donlen2, kan sekalian berdoa spy banyak :D).
Ayo gabung mbak, persiapan hari tua nih, kerja cerdas, investasi. Pingin deh bisa kayak yang udah sukes, yang dapet mobil gratis, penghasilan juga lumayan banget dari rumah, yang paling mahalnya nih yang jalan-jalan keluar negri, nah kalo kerja sendiri susah kan keluar negri bisa setahun sekali, kayak aku nih paspor aja gak punya, nanti insyaAllah punyaaaa.... :D"
dst dst...

Jadi, menghargai proses ya, tunjukkan bahwa kita juga menghargai proses. Kalo anda juga meremehkan diri anda sendiri, mengecilkan kemampuan anda sendiri, bagaimana orang lain melihat anda?

Masih 3%? pada Diamonds itu juga awalnya 3%
Ditolak-tolak orang sampe bosen merekrut? Diamonds itu juga ditolak-tolak orang tapi mereka NGGAK BOSEN berusaha merekrut.

Jangan lah kita surut hanya karena susah merekrut dan beranggapan hanya sampe disitulah nasib kita disini. Saya bisa jadi SM di 2 bulan juga dengan usaha luar biasa. Mbak Astri jadi SM dalam waktu 1 tahun juga dengan usaha yang lebih luar biasa. Semua orang punya waktu tempuhnya sendiri-sendiri kata donlenku mbak Jovita.

Waktu tempuh tergantung siapa? Aplennya apa donlennya? BUKAN. Tergantung dirimu sendiri.

Sebel, aplenku gak ngurusin aku.
Sebel, donlenku nggak mau disuruh tupo.
Sebel, ngerekrut susah.

Tapi, pingin nggak jadi Diamond? nggak yakin sih....
Kalo jadi DIAMOND beneran insyaAllah, MAU? MAU :p

Nah kalau mau, kalau memang itu insyaAllah yang kita semua cita-citakan, kita impikan, ketika pertama kali kita memutuskan gabung di Oriflame dengan kendaraan d'BCN, yuuuk, kita fokus yuuk... Ingat selalu bahwa kita PANTAS menjadi Diamond, orang kalo gak memantaskan dirinya selamanya akan jadi orang minder dan rendah diri, nggak akan berani punya mimpi, apalagi berani mewujudkan mimpinya, karena usaha apapun akan dipikirnya sia-sia saja...  

Memang semua diawali dari merekrut 1 orang, 2 orang, yang mungkin dia ikut karena terpaksa atau belum fokus, kita telateni, kita bimbing, kita tularkan optimis dan binar-binar, kita bina sampai dia merasakan manfaatnya ikut bisnis ini.

Jangan karena kita masih di level konsultan, dan orang lain meremehkan apa yang belum kita dapatkan, kita juga jadi secara tidak langsung meremehkan level konsultan kita yaa. Jangan karena donlen baru 1, 2, kita tidak MEMANTASKAN diri sebagai leader, nyetatus masih yang ngeluh-ngeluh melulu, kasian yaa anak cucu donlen kita kalo ketularan aura negatif.

PANTASKAN diri anda sebagai LEADER walaupun downline baru punya 1.
PANTASKAN diri anda sebagai calon DIAMOND Directornya Oriflame walaupun level masih 3%.
PANTASKAN diri anda bahwa kita BISA, kita YAKIN BISA, bahwa apa yang anda pikirkan, itu yang akan semesta berikan (berikan aku gaji 30 juta dan CRV gratis yaaa :D) Aamiiin....

Selamat yaaa untuk kita semua karena kita semua sudah punya tiket antrian menuju mobil Honda All New CRV gratis kita masing-masing... ^_^

Jemput pagi ini dengan semangat, dengan mindset SAYA YAKIN BISA menjadi Diamond Director selanjutnya!

loph
-eyang mami Yulia Maki

---------------

Alhamdulillah, terimakasih yaa jaringanku, Grup mbak Retno, Vega, Desi, Ina, Selly, Melli, July, Silvi, Rini, Emil, 1 tahun 2 bulan kemudian saya memulai perjalanan untuk menuju si Diamond's Heaven berkat kalian semua....  Berkat kita mau menjaga impian2 kita :)

Ditunggu sampe tanggal 31 yaa, yuk yang mau naik level, kerahkan kemampuan terbaikmu!

Sama-sama kita menuju tangga selanjutnya yaa! Selamat TUPO!


---

Yulia Riani/Andri Wibowo
email : makidanpaki@gmail.com
FB Page : makidanpaki
BBM : 7571F860
LINE ID : dryae

Training bu Dokter Gigi + Testimoni Suami

Ditulis: March 25, 2013 at 9:34am

Haloo semangat pagiii, ini oleh-oleh training bersama bunda Astri kemaren yaa temen2!
Ruangannya full!





Mbak Astri ini adalah sponsor saya, beliau tinggal di Jogja, nah pas kemaren main ke Jakarta untuk acara keluarga, sekalian aja diculik hihihihi, ilmunya Diamond pasti mantab kaan! :)



 
Training bunda Astri kemaren salah satunya membahas tentang Pencuri Impian.
Pencuri impian itu spt,

"Kamuu mana bisa, hidupmu aja udah susah, pake mimpi lagi, awas lho, kalo jatuh, sakit!" 
"Ha ha ha, mau jalan2 ke 3 negara naik kapal pesiar?" 
"Kok mau-maunya sih kamu, yang enak kan dia, uplinemu!"




Waspada juga lho, karena ternyata KITA SENDIRI pun bisa jadi pencuri impian, kayak misalnya,

"Opo yo iso to aku...."
"Aku tuh nggak bakat, nggak kayak dia ituuu..."
"Mbak Astri mah kenalannya banyaaak, lha akuuu?"
"Kayaknya susah yaaa...Kayaknya kesempatanku kecil disini"

Dan lain-lain....
Waah ngeri yaaa, banyak maling-maling di sekitar kita, maling yang menggerogoti mental dan pikiran kita, hati-hati yaaa, waspadalah, waspadalah!

Tupo itu mudah!
Trus ada salah satu teman kita dari jaringan mbak Ninink yang sharing bahwa bisa tupo 100bp dengan pake 2 katalog aja lho! Hebat yaaa, dan itu semua dari hasil berjualan! Trus ditanya sama eyang Astri, "Dari jualan semua? trus kamu sendiri udah pake belum?" , hahahaha, nahhh selain kita jualan, juga mesti cobain produknya lho yaa, rasakan wanginya, rasakan kualitasnya, jadi nanti kalo kasih testimoni juga gampang!

Rekrut itu mudah!
Naah diingetin lagi sama eyang Astri, rekrut itu membukakan pintu rejeki bagi orang lain yaaa... Trus teman-temen pada ditanyain

"Adakah yang sekarang di level 3%?"
"Level 6%?"
"Senior Manager?"

Temen-temen banyak yang angkat tangan. Tuh iyaaa kaan, dulu eyang Astri sendirian di awal bergabungnya, nah sekarang baru yang di ruangan training aja lho yang ditanya, ada yang gajian 30ribu, 100ribu, 4 juta juga ada, yang 20 juta juga ada! 
Membuka pintu rejeki buat orang lain kan? Benerrr bangettt! 
Prinsipnya untuk BANTU, bukan untuk memburu. 
Kalo yang mau dibukakan pintu rejekinya nolak, ya nggak apa-apa, nggak usah dipaksa dan jangan memaksa :) 

Bina itu amanah!
Upline itu ibu, downline itu anak, jadi kebayang yaa bagaimana cara membimbing downline kita? ya seperti anak. Upline yang memantaskan diri sebagai ibu yaaa... Jadi ibu itu gimana? Ya telaten merawat anak-anak2nya, jangan kalo lagi mood dirawat, kalo lagi gak mood ditelantarkan, byuh byuuhhh, trus ngarep jadi Senior Manager yang kayak gini?

Membimbing dengan ikhlas, niatnya membantu donlen kita membuka pintu rejekinya. 

Sebenernya disini, tidak ada orang yang gagal. 
Yang ada adalah berhenti sebelum berhasil. 
Yang gak berhenti, lihat aja ya, mulai tampak hasilnya, ya dari segi pribadi, materi hanya mengikuti.
Jadi kalo kata saya nggak ada yang tidak bisa berkembang disini.

Gambar Success Plan dibahas.
Success plan itu mendaki, ke atas, bukan prosotan ke bawah. 
Semakin ke atas semakin sulit tantangannya bukan? wajar apa tidak kalo begitu? ya memang begitu kan? Demikian pula perjalanan kita di bisnis ini, mendaki gitu lohh... 

Ada pertanyaan? Waaah saya langsung sigap angkat tangan dan bilang "Minta sharingnya bapak dong!" hahahha, bapak disini adalah mas Hanafi suaminya bunda Astri yang sbuk keliling-keliling moto-moto istrinya dan peserta training, ih penasaran saya, mumpung, saya sendiri nggak ngira bunda Astri akan sama mas Hanafi datengnya, mari mas berbagi manfaat, monggo maju ke depan, hahahha....




Begitu beliau berbicara, terhipnotislah semua peserta, karena apa?

"Saya sebenarnya mau mengaku dosa" gituuu kalimat pembukanya, wah ada apa nih, hahaha....
Jadi menurut mas Hanafi ini, ketika eyang Astri minta ijin untuk ikutan Oriflame, jawabnya ya hanya "iya" saja, iya mendukung, iya memberi support. Kalau lagi tupo ya bawa anak-anak, ambil orderan ke kantor Oriflame sana. Memberikan istri kebebasan untuk berkarya dari rumah sambil momong anak-anak.

Ternyata...
Lama-kelamaan...
Bisnis ini, ada hasilnya. Ditunjukkan print buku tabungan "iya ya, ada hasilnya" gituu, hihihihi....
Lalu, melihat keseharian istri dimana kadang yaa mumet kadang yaa cerita hambatan-hambatannya, sedih-sedihnya, "yaa saya dengarkan sambil pijitin aja, lha saya bisanya cuma itu" wkwkwkw....

Nah tahuh kemarin, mas Hanafi diajak oleh eyang Astri ke Stockholm Swedia, karena eyang dapet 2 tiket mengikuti Global Gold Conference, dimana disana dijamu Oriflame mulai dari berangkat, disana, sampai pulang. Disana melihat kontingen dari Indonesia dengan prestasi-prestasinya, yang kebanyakan diraih oleh ibu-ibu. Indonesia benar-benar jadi juaranya :)

Disitu mas Hanafi menurut beliau mulai terbuka hatinya, bahwa yang dilakukan istrinya, betul-betul berusaha menjemput impian demi keluarga, membuka pintu rejeki untuk banyak orang, beliau tersadar bahwa seharusnya beliau juga memberikan support all out, lahir dan batin, sejak awalnya.

"Bapak-bapak, mas-mas, jangan seperti saya, yang baru mensupport lahir dan batin pada istri setelah istri mengajak saya jalan-jalan gratis keluar negri, jangan. Support dari sekarang, dari memulai, dari awal. Bisnis ini terbukti menjadi jalan pembuka pintu rejeki, pengembangan diri....
Saya saksi hidup, dari istri saya yang gemetaran memegang mike sampai hari ini bisa seperti ini di depan bapak ibu semua.... "  



Karna di ruangan itu banyak bapak-bapak yang nganter istrinya, kebanyakan yaa mendapat lirikan tajam, setajam silet, oleh sang istri, wkwkwkw, maap ya pak, sekalian nganter sekalian diceburin aja dapet guyuran motivas dari bapak Diamond, kekekee.... #sayang paki lagi nggak di ruangan, padahal mah itu makjlebbbbb banget sharingnya, hahahaha.... 

Lalu sesi sharingnya mbak Tasniem, downline pertamanya eyang Astri, yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri. Mbak Tasniem ngaku, kalo sempet merasa belum butuh dengan Oriflame ini, jadi pas dicolek-colek mematung, kadang sms eyang Astri dibales kadang enggak, kadang ditanya sudah belajar ini belum, dijawab sudah padahal belom, wkwkwkkw.... Karna pada saat itu mbak Tasniem punya usaha batik dan menganggap dari situ saja sudah lebih dari cukup. -- ada yang begini juga nggak? :))



Mbak Tasniem mulai fokus ketika punya downline yang semangat belajarnya tinggi, nanyaa teruuuss, malu ih kalo ditanya donlen engga tau jawabannya, jadilah beliau mulai belajar, udah belajar, keterusan seneng, jadi fokus, sehingga sekarang beliau sudah menghasilkan 20jutaan per bulan dari bisnis ini, waaahhh manteeebbb! jadi kuncinya tuh FOKUS yaaa... Kalau sudah fokus, mau bobok jam 2 atau jam 3 kayak mba Tasniem ini pun nggak ngeluh ngerjainnya karna tau demi siapa dan buat apa.

Jadi temen-temen, kalo dicolek upline ya bersyukurlah, berarti diajak maju, supaya suksesnya bareng-bareng. Kalo dcolek upline masih beralasan sibuk, enggak sempet, enggak biasa online, dll dll, yaa kalo uplinemu berpaling darimu dan fokus pada yang lain itu bukan salah uplinenya yaaa....

Saya sendiri sangat percaya bahwa kesempatan tidak datang 2 kali. Betul itu. Rejeki jangan ditolak. Dimbimbing upline itu rejeki. Sementara banyak ribuan di luar sana yang pingin maju tapi kurang dibimbing oleh jaringan/upline2nya, yang tahunya hanya jualan aja, mungkin yaaa.... Keputusan di tangan kita masing-masing. Jangan sampai sudah kepepet baru action.

Kemudian, sesi saya sharing.
Sayaa... lupa saya ngomong apa hihihihii....
Dateng aja ngos2an karna telat, di mobil sempet nangis dikit karna perasaan ga enak karna terlambat. Jadi kata2 pembuka saya adalah, saya minta maaf ke teman-teman yang sudah datang, karena saya terlambat.



Kemudian saya cerita, awalnya bergabung dengan Oriflame itu gimana. Bagaimana saya memutuskan fokus itu karena melihat bahwa upline saya juga fokus. Bagaimana ketika hamil tapi semangat dan action saya tidak berkurang sedikitpun, karena saya melihat bunda upline saya ketika hamil juga terus mengerjakan bisnis Oriflamenya, anak jangan jadi alasan. Saya hanya mencontoh saja kok. Selama jari ini masih bisa bekerja, Oriflame nya maju terus bo! :)) 

Bisnis ini juga tentang memberi kepercayaan. 
Percaya kepada upline, percaya kepada downline. Saling merangkul dalam rasa kekeluargaaan. Sedikiiitt saja ada Dendam Dengki Dongkol, kita akan susah naik level, gak percaya? praktekkan! hahaha, jangan ding. Harus plong yaa hati ini.... Saya dengan jaringan sudah seperti kenal berpuluh2 tahun, sdh spt keluarga, saya rela dipanggil eyang walopun saya masih muda dan cantik begini, kekekeke.... Bener2 temen2, gak boleh ada rasa curiga begini dan begitu, lempengkan saja.

Siapa saja orang yang akan gagal di bisnis ini? Salah satunya adalah yang gampang ngambek, gampang sensitif, gampang komplain. Satu lagi, yang terlalu cepat berharap pasif income, jadinya pasif, nggak ngapa2in, berharap jaringannya kerja sendiri... #numpang plak buat Manager up, hayooo.... mbak nadia aja yang udah 100jt masih lho beliau kerja maksimal, lah kita ini apa? Dah berharap ongkang2 kaki jaringan order sendiri... Coba login tuh di V3 ya, sudah Gold Executive Director belom kita ini? Yang GED kayak mba Nadia aja masih KERJA lhooo, ngasih training, ngembangin fasilitas ini itu buat kita. Ambil kaca yuk, ngaca....

Truss punya rencana 1-2 tahun ke depan yaa, jangan hanya 2 bulan ke depan dan pake ilmu "Yaaa kalo bisa siihh....". Push yourself. Harus GALAK ke diri sendiri. Yang mau keluar negri siapa? yang mau sekolahin anak ke sekolah yang bagus siapa? Jangan nunjuk orang lain, tunjuk diri sendiri. 

Betul-betul luar biasa acara kemarin itu. Mulai pandangan pertama, saya selalu dan akan selalu kagum sama role model saya, bunda Astri. Hari-hari pertama saya bergabung saya dicekoki bahwa yaa kamu bisaa kok bisaaa. Jadi bisa belajar bagaimana YAKIN sama diri sendiri kemudian bagaimana meYAKINkan orang lain bahwa mereka pun juga bisa. Terimakasih yaa bundaku sayaaang... :)

Tapi gimanapun juga yaa temen-temen, upline itu bukan manusia super. Pandai memotivasi diri sendiri jangan nunggu disemangatin, jangan nunggu dibantu, jangan nunggu dicolek. 

Cukup upline sbg inspirasi saja, selanjutnya kemudikan kendaraanmu sendiri, di jalan tol yang sudah disediakan oleh uplinemu, duplikasi aja :)

Yuk yang mau menambahkan, silahkan yaaaa, yang hadir di sesi training kemaren.... :)

Jumpa lagii nanti kalo bunda Astri ke Jakarta yaaa, makasihhh bundakuu, makasih mbak Tasniem, makasiih mas Hanafiii.... :) Terimakasih calon2 Diamond semua yang sudah datang yaaa!





---

Yulia Riani/Andri Wibowo
email : makidanpaki@gmail.com
FB Page : makidanpaki
BBM : 7571F860
LINE ID : dryae

Saturday, March 16, 2013

5 Tahunku Bekerja di Rumah


Hampir 5 tahun jadi Ibu Bekerja di Rumah....

Postingan ketika hari pertama meninggalkan kantor, kemudian kerja di rumah bikin kue. Ketika anak masih 1, hahaha, Kintan masih chubby. Baca lagi di hari itu, fase peralihan dari yang biasanya punya jam kerja tetap, jadi punya jam kerja tidak tetap. Dari penghasilan tetap, ke penghasilan tidak tetap. 

------------

First Day At Home
June 3, 2008

Welcome to my office!

Lho udah resign? Udah. Trus udah dapet kerjaan lagi? Udah. Dimana? di rumah, kekeke. Selamat datang di kantor baruku, hehehe, alhamdulillah sekarang deket banget, cuma 4 meter dari kamar mandi, 2 meter dari kamar tidur, kekeke… Maaf ya saya bukan pengangguran, saya resign tapi saya tetep punya kerjaan, weks, cuma alih profesi aja, dari yang diperintah orang menjadi memerintahkan diri sendiri, hahaha… Dari yang minjem komputer kantor, sekarang punya komputer sendiri, ahak ahak. 

Terimakasih tak terhingga buat papa, karna aku boleh memilih mana yang lebih baik menurut aku, dan selalu selalu selalu mendukung apapun pilihanku. Juga buat mami, yang ketika aku sms apakah aku boleh berhenti kerja kantoran dan stay at home membesarkan kintan dan juga usaha kue, beliau menjawab “kok nanya mami, mami kan tugasnya nyekolahin kamu aja. trus emangnya jualan kue itu nggak kerja? kan sama aja kerja juga”. 

Aku diskusi dengan mbak De sebelom ambil keputusan ini, hoahaha, mbak De jamban sejuta umat, tempat curhat semua rakyat, kekeke. Mbak De bantuin aku bikin skala prioritas dan perbandingan2, thanks ya bu, aku orangnya nggak pede, nggak tegas, huaaa, makasih yaaa… Ina Larizz juga support banyak, mbak Rini Kurins, mbak Shinta dengan kata2nya yang selalu segerrr di hati, juga teman2 blogger lain yang supportnya luar biasa. 

Kalo dulu sejalan sama kantor bisa sih, tapi akhir2 ini kayaknya nggak bisa, secara kantorku ini vendor, vendor itu ya begitulah, tidak libur di kala libur karna ada kerjaan yang harus selesai, tidak disetujui ketika minta cuti karna ada kerjaan harus selesai, bla bla bla. Ya memang seperti itulah metode kerjanya, aku maklum. Tapi ketika aku sendiri sudah tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan seperti itu, apa boleh buat, aku mohon pamit. 

Alasan lain, aku merasa tidak adil sama papa. Ketika weekend aku ke kantor, ketika aku ada di minggu2 yang mengharuskan aku pulang larut, papa tanpa terpaksa ambil cuti, demi menemani kintan di rumah. Pernah di tanggal merah aku harus ke kantor dengan diantar papa dan Kintan, ketika aku turun dari mobil Kintan nangis, nggak nangis kenceng tapi cuma pelan dan mewek, n papa said “kita pulang dulu ya nak, mama kerja dulu, nanti sore mama pulang kok…”membujuk Kintan sedemikian rupa dan aku disuruh cepet2 masuk ke kantor supaya Kintan bisa diajak pulang. Sedihku nggak terkira. 2 jam kemudian aku terima SMS papa “aku lagi ngajak kintan maen prosotan di margocity, mama udah makan siang?”, SMS pendek, tapi aku menangis karenanya. Dan di hari itu aku pulang jam 12 malam, bukan sore.

Lain hari ketika aku jam 9 malam masih di taksi dari kantor menuju rumah, papa hari itu cuti, papa sms “udah makan belum? mau dibeliin makan apa? nanti aku beliin di depan” Aku kembali sedih dan merasa tidak tau diri sebagai istri maupun ibu. Ketika pula aku tanya papa apakah dia lebih suka aku kerja kantor atau di rumah, jawabannya “Semua terserah aja, kalo ke kantor ya silahkan, aku support, kalopun berhenti ya silahkan, tetep aku support, tapi kalo mama berhenti kerja, itu harus mama sendiri yang menginginkannya, bukan karena siapa2, bukan juga karena aku, semua terserah mama”.  
Sudahlah, kutinggalkan dunia kantor, membangun mimpi yang lain. Aku terima konsekwensi tidak ada transferan gajian di rekeningku setiap akhir bulan. Aku cuma ingin menjalani hidup dengan sederhana dan menikmatinya. Bukan aku ngompori buat ninggalin kantoran lhoo, enggak, kalo kerjaan kantor bisa dinikmati, ya kenapa tidak, toh masing2 orang juga punya pilihan sendiri kan.

Tadi pagi, papa pamit berangkat, lalu ngeluarin mobil dari garasi, pelan2 airmataku netes, lama2 makin deras, lama2 aku peluk kintan, nangis sesenggukan gak karuan, sampe gak bisa ditahan2 lagi, huhuuuuu… Papa parkir lagi, nyamperin, meluk, tambah kenceng deh nangisnya. Bukan, bukan karna aku menyesali gak bisa dandan pake baju kantoran di pagi hari, bukan karna aku melepaskan gaji, tapi karna mulai hari ini aku nggak bisa nemenin perjalanan papa selama 2 jam menuju Jakarta, dan 2 jam pulangnya, melawan kebosanan di tengah kemacetan.

Dari jaman kita ngontrak rumah petak di Kalibata, ritual pagi ya berangkat ngantor berdua, mau naik motor, naik bis, selalu barengan, dan di jalan itulah kita ngobrol, di motor sekalipun, biar kata yang nyambung cuman dikit karna kalah kenceng sama knalpot kopaja, kekeke… Ya mungkin aku orangnya cengeng, tapi sumpah itu bikin sedih banget. Semoga hanya masalah adaptasi saja, badai pasti berlalu, semoga aku segera nyaman dengan rutinitas baruku. Kata papa“aneh rasanya di perjalanan sendirian” hihihihi…. 

Hari pertama ini, time management masih kacau, hahaha. Pagi2 bikin kue tester untuk hari sabtu nanti, bikin juga bikin kue perpisahan buat temen2. Siang dikit online, ceting, huahahha. Rebutan leptop sama kintan lah, ini lah itu lah, akhirnya jam 4, whoaaa, belom bikin kue buat besok, padahal mau diambil besok jam 6 pagi sama kurir. Mulai jam 5 sore bikin hiasan, jam 7 malem mulai baking, pas papa dateng tinggal dihias. Teteeep, papa jagain Kintan, aku bikin kue, hahaha, seperti yang lalu2. Kayaknya emang kalo siang otakku belom jalan, baru malemnya enak diajak mikir, xixix…

Ternyata gini rasanya jadi orang rumahan, hihihi… Bisa nonton tipi, bisa boboci (bobok bobok ciang), xixixix… Semoga besok kalo papa berangkat aku nggak nangis lagi deh, hehehe….




-------------- 

Juni 2008, sekarang sudah Maret 2013, hampir 5 tahun ternyata, kerja dari rumah.  
Bisnis kue dengan segala suka dukanya.
Sekarang bisnis Oriflame, dengan kue yang terpaksa di off kan dulu karena Bagas masih bayi dan asisten hanya ada yang pulang pergi. Bagas nomer 1 :) Karir kue mengalah dulu. Selalu begitu, dan saya tidak apa2... :)

Sama seperti papa yang tidak apa-apa kalo malem-malem pulang kantor dulu bantu kasih pita2 di box kue pesenan, tidak apa-apa kalo weekend bantu nganter pesenan kue, sekarang juga masih tidak apa-apa kalau saya titip anak-anak malam hari sepulang kantor karna ada eTraining online atau webinar. I love you very much deh :D

Hidup adalah soal menata skala prioritas, mana nomer 1, 2, 3 dan seterusnya. Setiap orang pasti beda-beda skala prioritasnya. 

Happy almost 5 anniversary, being a work at home mom, buat saya sendiri, hahaha... 

Berkarir dari rumah itu fun, menyenangkan, seru, membiarkan diri sendiri jatuh lalu bangun lagi, jatuh lagi dan bangun lagi... Membiarkan diri menimba sebanyak-banyaknya pengalaman, tanpa banyak batasan-batasan. Boleh mencoba ini, mencoba itu, seru banget! 

Berkarir dari rumah memang harus super disiplin sama diri sendiri. 
Karna 24 jam nya campur-campur kayak nasi uduk kebanyakan lauk, diaduk2, hahaha.... 
Tidak ada jam kerja tepat, gak ada itu nine to five, atau ten to five.

Absen jam kerja dimulai ketika situasi sudah mengijinkan, curi-curi waktu ketika anak-anak belum bangun tidur, atau sudah tidur semua kayak sekarang ini (jam 2 pagi bo, wkwkwkw). Laptop-laptop yang saya punya, daya tahannya harus luar biasa, udah 2x beli Mac sekalipun, maaf ya macbook, layarnya suka digosok2 Kinar, tuts keyboardnya dekil banget karna Kintan sambil main komputer sambil makan martabak (haaduuhhhh)...

1 sudah mati laptopnya, beli baru lagi, dan yaah masih gitu lagi.... anak2, laptop mungkin dipikir harganya sama kayak kalkulator, wkwkwkw.... 

Kalo kerja di rumah memang lebih bagus laptop yang dipake, karna bisa digotong kemana2. Internetnya juga yang WIFI, jadi bisa kerja di teras, di meja makan, di kamar, deket mesin cuci, di bawah jemuran, dll. Fleksibel gitu, qiqiqiq....  

Ini bukan postingan curhat lho ya, hahaha, apa yang mesti dicurhatin. 
Saya hepi banget bisa kerja seperti ini. 

Suami, alhamdulillah pengertian luar biasa, ngerti kalo saya gampang homesick, nggak bisa jauh-jauh lama dari rumah. Trip ke Bali dapet reward ikut Indonesian Growth Summit tahun lalu, semewah2nya hotel, sewangi2 dan empuknya kasur, tetep kangen bau keringet anak2 dan kasur yang diompolin. Ngerasain kagok pake blazer, pake sepatu yang hak nya rada tinggi dikit (trus leceettt dehh karna biasanya sendal jepitan, beuuhhh udah gitu si sepatu baru ini ketinggalan pula di kamar hotel, padahal baru beli huaaa emang belum jodoh). 

Ahhh, emak-emak.... 

Ada 1 kali momen paling menyedihkan di hidup saya, satu kali di pagi hari, waktu Kintan masih dipegang embaknya, saya dan suami harus berjibaku dengan kemacetan pagi hari, harus berangkat jam 6 pagi, dadah dadaah, lalu Kintan nangis.... Ya Allah sediiiiiiiihhhhhh.... Diam-diam saya berjanji akan berusaha sekuatnya, supaya tidak terulang lagi momen itu, saya nggak bisa :( 

Yah mau kayak apapun konsekwensinya kerja di rumah, harus begadang di saat anak-anak tidur pun nggak apa2, itu jauuuuhhhh lebih ringaaaaan banget buat saya. 
Liat rumah berantakan yang kadang cuma bisa ngelus dada aja, atau merem pura-pura nggak liat... hahaha.... 

Kalo posting eTraining jeda per slide nya lama banget, iyaa temen2 saya udah tau "lagi gendong Bagas kali..." dan dengan sabarnya nungguin postingan slide selanjutnya. 
hahahah.... 

Ehmmm, postingan ini dibuat untuk teman-teman yang baru memulai hari-hari pertamanya di rumah sebagai work at home mom (its not full time mom because no part time mom), maupun yang sudah menghadap bossnya dan mengajukan resign.... Nggak sebut nama deh, hahaha, peluk dari jauh, semoga lancar menuju petualangan yang selanjutnya yaaaa.... :) 

Selamat membangun karir dari rumah yaaa! ^_^ 

 


----------
Much Love, Yulia Maki
(www.makicakes.com bakul kue yang sedang off sementara karna harus jadi bebisitter + konsultan Oriflame www.yuliamaki.blogspot.com ) ^_^

Yulia Riani/Andri Wibowo
FB Page : makidanpaki
BBM : 7571F860
LINE ID : dryae