Wednesday, November 19, 2014

A Lifetime Business

Setelah belasan tahun pernah ngalamin kerja dan berbisnis, mulai dari kerja kantor, bisnis konvensional (Makicakes), dan sekarang bisnis Oriflame -bisnis Makicakes dan Oriflame punya bisnis model yang berbeda- ... ternyata yang dicari adalah: 
pengen punya pekerjaan yang makin lama makin kokoh, makin lama makin bisa kasih waktu lebih banyak, penghasilannya makin meningkat dan langgeng sampe jangka panjang... gak hanya buat kebutuhan sesaat aja, tapi bisa bertahan sampe nanti buat anak-anak, bisa diterusin anak2.
Di Oriflame itu KERJA. 3 tahun ini, saya kerja lho, kerja memenuhi target tupo pribadi, mengajak orang bergabung supaya punya penghasilan juga, dan melatih mereka. Cari deh dimana aja, semua bisnis, termasuk bisnis MLM (yang murni atau bener bukan abal2) mewajibkan kita kerja keras di awal-awal merintis.

MLM murni, bonusnya dibayar berdasarkan omset penjualan. BUKAN pendaftaran!

Kenapa mesti training, etraining, webinar, dan seabrek2 pelatihan yang lain? Buat mentransfer ilmu, biar yang sukses gak hanya yang duluan gabung aja, biar semua orang kapanpun dia gabung, dia bisa berkembang karena menduplikasi apa yang dikerjain sama seniornya.

Jadi kalau ada yang nawarin "gabung bisnisku aja, tanpa tupo, tanpa membina, tanpa training, cuma beli sekali dan dapet bonus seumur hidup", saya gak pernah tertarik...


"Segera bergabung, amankan posisi anda!" Posisi apa tuh sampe perlu pengamanan segala? hehehehe....


Saya bergabung di bisnis Oriflame ketika Oriflame udah 25 tahun ada dan aktif di Indonesia, gak ada tuh posisi menentukan prestasi. Fastest Growing Leaders, 4 Titles in 2013/2014, Top 15 Asia, semua gak ditentukan kapan gabungnya. Semua dikasih jalur dan kesempatan yang sama untuk mencapai level apapun disini, gak perlu diaman2in segala itu posisi.


Kalau bisa punya 6 kaki Director ya kitanya jadi Diamond.
Kalau bisa punya 12 kaki Director ya kitanya jadi Executive.
Berlaku buat semua orang, kapanpun bergabungnya.

Ga mau yaaaa, udah capek-capek merintis bisnis, tau-tau perusahaanya tutup, tau-tau manajemennya ngilang entah kemana, t
au-tau perusahaannya ganti nama. Kenapa coba sampai harus ganti nama?


Banyak yang kayak gitu beberapa tahun belakangan ini, booming 1-2 tahun abis itu hilang ditelan bumi, sibuk ganti nama, lalu akan muncul lagi dengan nama lain, dan siklus akan berulang, booming lagi, hilang lagi, ganti nama lagi. Kasian orang-orang yang nggak tau, pengen punya uang cepet, tapi nggak memperhatikan gimana sistem bisnisnya, sudah berapa lama perusahaannya ada, bonafid atau enggak, mereka yang akhirnya dirugikan.

Bangga punya karir di Oriflame ini. Support systemnya keren, online banget sekarang. Punya temen-temen yang keren yang berkembang kepribadiannya.


Berbisnisnya pakai kode etik, pakai sopan santun, karena tanpa dibagus-bagusin juga perusahaannya udah bagus dan besar, gak pake menjelek-jelekkan yang lain, ah ngga banget, saya ngga mau kalo mesti begitu, hiiiii, cukup fokus dan kenal baik sama perusahaan sendiri.

Mesti tupo, ya iya dong, cek di UU Perdagangan, apa kriteria MLM yang diakui sistem bisnisnya sama pemerintah? Nah ini juga harus tau lho. Baca disini tentang legalitas bisnis penjualan langsung (MLM). Mesti membina, ya iya dong, mesti bantu orang lain di jaringan kita supaya bisa berhasil kayak kita, kan? Sukses dengan memberi coaching kepada jaringan supaya bisa sesukses bahkan lebih sukses dari kita.

Banyak yang harus ditelaah, gak hanya besaran bonusnya aja yang dilihat. Bisnisku lebih capek dan gak instan, ada kerjanya, ada keringetannya. InsyaAllah buat anak-anak nanti, mama papanya merintis dari sekarang, dan mereka tinggal ngelanjutin aja di level yang sudah sangat mapan.


Kami orangtuanya pengennya pensiun muda dan menikmati jalan-jalan keluar negeri aja tiap tahun, hehehe. Untuk itu, berkarirnya harus di perusahaan yang bonafid yang sudah bertahan puluhan tahun dan makin berkembang.

Hati-hati memilih bisnis dan mencurahkan waktu, tenaga dan modal kita, pastikan kita udah ada di tempat yang tepat yaaa. Untuk bergabung dan sukses bersama kami daftarnya di bit.ly/yuliamaki.


Selamat pagiiii!

Yulia Riani & Andri Wibowo
www.yuliamaki.net
yuliamaki.blogspot.com




Monday, November 17, 2014

Ingin Pensiun Seperti Apa?

Kemaren disesi training "Ini Cara Gue" by Coach Dedy Dahlan digambarkan grafik seperti gambar dibawah ini. Gambar ini bercerita tentang grafik umum penghasilan dari profesi yang "akademis", "profesional", dan "bisnis". Garis merah merupakan saat pensiun. Pensiun karena usia atau memutuskan untuk "pensiun dini".


Apa itu profesi yang akademis? Sesuai namanya, profesi ini profesi yang klasifikasinya mengikuti jenjang pendidikan yang kita punyai. Contoh: pns, dokter, pegawai bank, karyawan kontrak, buruh pabrik, dsb. Ketika membaca informasi lowongan pekerjaan disitu disertakan jenjang pendidikan minimal. Kalau anda lulusan SMA  lowongan apa yang biasanya ada?

Grafik penghasilan di profesi akademis ini lempeng naiknya. Gaji sudah terjamin, gaji tetap,  ada bonus dan tambahan tunjangan-tunjangan lain. Naiknya pelan seiring waktu dan pengalaman kerja. Saya dulu bekerja di perusahaan telekomunikasi, selama 13 tahun. Betah ya? Hehehe, gajinya bikin betah euy :D. Tapi bagaimana nanti ketika pensiun? Masihkah mendapat uang pensiun bulanan sebesar gaji ketika masih aktif bekerja? Digambarkan dalam grafik, ketika pensiun penghasilan akan turun, turunnya lebih cepat daripada naiknya, hehehe. Gak percaya? Coba tanya para pensiunan karyawan atau pns.

Bagaimana dengan  profesional? Profesi profesional bahasa kerennya self employee. Yang termasuk disini seperti dokter/bidan yang buka praktek sendiri, freelancer, motivator spt Pak Mario Teguh atau Coach Dedy Dahlan, artis dan sutradara film, dan profesi dibidang lainnya. Grafik penghasilan mereka naik cepat, tapi tidak tetap. Kadang turun jika pas sepi order atau emang sedang ingin males-malesan terima job. Ketika diusia pensiun mereka-mereka diprofesi ini masih bisa perpenghasilan karena mereka dibayar sebagai konsultan. Banyak pekerja dari profesi akademis yang ketika pensiun beralih ke profesional sebagai konsultan, dan mereka bisa mempertahankan penghasilan tidak sampai jatuh.

Bisnis udah jelas lha ya. Udah banyak contohnya pengusaha-pengusaha besar. Itulah mereka yang bergelut dengan peluang dan resiko setiap harinya. Makin besar peluang, makin besar pula resikonya. Penghasilan dari bisnis juga tak menentu, kalau sedang rugi ya bisa sampai jatuh kedasar. Tapi begitu melesat ya naiknya tak terkira. Kalau profesi akademis gemar menabung profesi bisnis gemar berhutang. Makin besar hutan berarti aset mereka makin besar :D.

Pelaku bisnis Oriflame ada dimana?

Memulai bisnis Oriflame ibaratnya memulai profesi sebagai seorang profesional, sebagai konsultan  produk kecantikan dan perawatan diri. Mulai ikut training-training pengembangan diri dan belajar membuat sistem yang mudah diduplikasi untuk mengembangkan jaringan. Jaringan berkembang, bisnis berkembang, penghasilan pun naik. Pelaku bisnis Oriflame bisa masuk ke ranah profesional atau bisnis. Masuk ke ranah bisnis ketika kita bisa membuat sistem yang mudah diduplikasi jaringan kita.

Kenapa harus mudah diduplikasi?

Saya kasih contoh bisnis makicakes. Saya membuat sistem kerja mulai dari cara order online, saya ajari asisten untuk membuat pernik-pernik dekorasi. Tapi yang mendesain, finishing cake tetap saya sendiri. Ini bukan sistem yang bagus karena begitu saya sakit atau berhalangan bisnis terhenti. Asisten saya tidak bisa menduplikasi keahlian dekor kue saya. Iya dia bisa mencatat order, menimbang bahan, memanggang kue, tapi ketika desain dia tidak bisa. Tantangan tersendiri untuk membentuk team dekor kue yang bisa seperti saya. Apalagi ketika sudah diajari, sudah mulai ahli, asisten memutuskan untuk resign. Mulai dari 0 lagi :D

Di bisnis Oriflame saya juga membuat sistem. Ada tools untuk rekrut, materi training selain yang sudah disediakan oleh Oriflame. Downline saya ajari pemakaian tools tersebut dan saya ajari untuk mengembangkan tools sendiri yang lebih cocok dengan kondisi jaringan dia. Dengan seperti itu downline akan mandiri. Alur kerja yang sistematis seperti ini ketika sudah dan mudah terduplikasi akan sangat bermanfaat dalam mengembangkan bisnis Oriflame. Jaringan bisnis bisa tumbuh mandiri, dan disini yang namanya kebebasan waktu mulai tampak jalannya. Ketika saya tidak hadir tapi bisnis tetap berjalan. Ketika saya memutuskan untuk "pensiun" sistem yang saya buat harus sudah berjalan baik dan terus terduplikasi sehingga downline di jaringan saya semakin banyak dan mandiri. Kalau dulu bekerja keras membentuk sistem, sekarang giliran sistem yang berkerja buat saya.

Pertanyaan berikutnya, "kapan mau pensiun?"Rasa-rasanya kalau kita sudah menemukan profesi yang "gue banget" tidak akan ada namanya masa pensiun :)

---

Mari bergabung di Jaringan Yulia Riani/Andri Wibowo, ... kami akan bantu untuk mendapatkan penghasilan di bisnis Oriflame. Klik di bit.ly/yuliamaki ya :)

Sunday, November 16, 2014

BWM 320i Sport dari Oriflame



Ketika mencapai level Diamond Director tahun lalu, honda CRV diantar ke rumah oleh sales dari Honda, Mbak Maria. Nah ketika mencapai level Executive Director BMW 320i Sport diserahterimakan langsung oleh managing director Oriflame Indonesia, Pak Amir Mortazavi.

16 Oktober 2014 hari yang bahagia buat keluarga kami, terutama ibu. Barangkali dulu ibu merasa gelo karena putrinya gagal lulus kuliah, hehehehe. Serah terima mobil kali ini lebih lengkap rasanya karena ada ibu dan teman-teman di jaringan Yuliamaki yang ikut mendampingi. Ceria semua kan yang terekam di video ini, senyumnya lebarrrrr :D.

Kalau ada pertanyaan, kok bisa mbak Yulia 3 tahun sudah mencapai level Executive Director? Kuncinya fokus, kerja, fokus, kerja, fokus, kerja dan selalu melihat kedepan :). Kami juga memulainya dari 0, sama seperti yang lain.

Jadi teman-teman, di Oriflame ini kita bekerja loh, dan teman-teman juga harus memposisikan diri sebagai pekerja profesional layaknya kita bekerja di kantor. Hanya kerjaan kita bisa dikerjakan rumah atau darimana saja dan waktunya sangat fleksibel. Tapi awas jangan sampai lengah terjebak di zona nyaman fleksibilitas. Saking fleksibelnya kerja hanya 2 jam sehari, 1 jam di siang hari saat anak-anak bobok siang, dan 1 jam dimalam hari setelah anak-anak dan suami tidur. Ya mana bisa lari kencang mengejar target?

Yang namanya kerja ya ada time management dan delegasi. Kita tidak akan bisa kerja sendiri. Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Harus punya team. Core Team dirumah harus kuat. Berbagi tugas dengan suami, dengan anak-anak, juga dengan asisten rumah tangga (jika punya). Ternyata Core Team tidak hanya di bisnis Oriflame ya, di rumahpun sangat perlu :).

Anda ingin jadi bagian Core Team kami? Klik di bit.ly/yuliamaki ya :)